Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL--Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tengah mendalami dugaan money politic atau politik uang yang dilakukan oleh salah satu pasangan calon dalam pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (Pilkada) Bantul 2020. Penelusuran itu dilakukan bermula dari adanya video yang menyebar di media sosial.
Dalam video berdurasi sekitar 2.15 menit tersebut terlihat salah satu paslon mendatangi salah satu keluarga sederhana di salah satu rumah. Paslon tersebut kemudian mengobrol dan memerintahkan timnya untuk memberikan amplop berisi uang dan nominalnya disebutkan oleh paslon Rp500.000.
BACA JUGA : Marak Spanduk Tolak Politik Uang, Ini Respons Bawaslu Bantul
Setelah memberikan uang paslon meminta warga yang dkunjunginya tersebut untuk mencoblos nomor urutnya pada 9 Desember 2020 mendatang. Warga yang ada dalam video tersebut atau yang diberikan uang juga mengucapkan terimakasih dan siap memilih paslon tersebut.
Ketua Bawaslu Bantul Harlina mengatakan video itu belum diketahui lokasi dan jamnya. “Video itu akan kita lakukan penelusuran siapa yang buat dan kapan peristiwanya. Penelusuran dulu,” kata Harlina di kantornya, seusai mengikuti acara Coffee Morning Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) di kantor Bawaslu Bantul, Jumat (20/11/2020).
Dia berharap yang memberikan video tersebut dapat memberikan masukan soal tempat untuk memperjelas pihaknya menelusuri ke lapangan. Namun, tanpa ada keterangan dari pembuat video tersebut, kata Harlina, Bawaslu tetap akan menelusuri sesuai kewenangannya.
BACA JUGA : Pemuda Desa Muntuk Serukan Tolak Politik Uang di Pilkada
Bagi Bawaslu, video tersebut menjadi informasi awal untuk Bawaslu bertindak melakukan penelusuran, “Semua kami tindaklanjuti dengan apa yang menjadi ketugasan kami,” ucap Harlina.
Ketua Forum pemantau Pilkada Bantul Bebas Politik Uang, Zahrowi mengatakan apapun alibinya video tersebut sudah jelas terlihat subyeknya dan dugaan kuat politik uang sehingga pihaknya sebagai warga meminta Bawaslu untuk menindaklanjutinya dan menyelidikinya sampai ada alat bukti kuat untuk menjerat.
Menurut dia, penelusuran dan penyelidikan yang dilakukan Bawaslu menjadi semacam edukasi bagi warga terutama bagi peserta pilkada yang sedang berkompetisi agar tidak main-main dalam politik uang, “Kalau tidak ditindaklanjuti membaranya kebusukan politik uang. Ini kewenangan konstitusi Bawaslu dan tim Penegakan Hukum Terpadu [gakkumdu],” kata Zahrowi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.