Ahli Waris Pekerja Padat Karya Sleman Terima Santunan Rp74 Juta dari BPJamsostek
Ahli waris pekerja padat karya di Sleman menerima santunan JKM Rp74 juta. Capaian UCJ Sleman hingga Oktober 2026 mencapai 36,48%.
Petugas melakukan simulasi untuk wisatawan di kawasan wisata Tebing Breksi, Prambanan, Sleman, Jumat (12/6/2020). /Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN- Lonjakan kasus baru Covid-19 usai libur panjang akhir Oktober lalu, menjadi pelajaran berharga bagi Pemkab Sleman. Untuk mengantisipasi lonjakan kasus baru pada libur akhir tahun mendatang, Pemkab akan menyiapkan kebijakam khusus terkait pencegahan penyebaran Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengatakan kebijakan tersebut akan disampaikan sebelum libur akhir tahun dilaksanakan oleh masyarakat atau setelah proses pelaksanaan Pilkada di Sleman selesai. "Untuk saat ini, kami tetap mengingatkan agar semuanya mengetatkan aturan protokol kesehatan," tegasnya saat dihubungi Harianjogja.com, Selasa (24/11/2020).
Baca juga: Pasca-Libur Panjang Jogja "Panen" Kasus Covid-19
Dijelaskan Joko, lonjakan kasus Covid-19 di Sleman terjadi pada 14 hari setelah libur panjang akhir Oktober lalu. Meskipun belum ada penelitian, namun ia menduga lonjakan kasus yang terjadi pada November ini ada kaitannya dengan libur panjang. Oktober lalu, kata Joko, status Sleman sebenarnya tidak masuk zona merah. Menurut dia, pergerakan manusia saat liburan panjang akhir Oktober lalu berpengaruh pada situasi itu.
"Awal bulan, antara 1-14 November status Sleman saat itu sudah kuning. Setelah itu menjadi merah, termasuk DIY. Kajian ilmiahnya memang belum ada. Tetapi bisa jadi akibat aktivitas tinggi dari libur panjang akhir Oktober," jelasnya.
Baca juga: Makin Bertambah, Sehari 6 Warga DIY Meninggal karena Corona
Disinggung soal kemungkinan melakukan rapid test secara acak saat libur panjang nanti di sejumlah destinasi, Joko mengaku tidak akan melakukan itu. Menurut Joko, rapid test massal selain tidak dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan juga dinilai kurang efektif. "Sesuai arahan Kemkes, sekarang sudah tidak dianjurkan rapid tes massal. Jadi ya hanya pengetatan penerapan protokol kesehatan saja," kata Joko.
Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dan terkonfirmasi positif pada Selasa (24/11/2020) untuk wilayah Sleman terdapat tambahan 22 kasus positif, sehingga total kasus positif covid 19 di Sleman saat ini menjadi sebanyak 2.360 kasus. Adapun pasien sembuh, tercatat penambahan 19 kasus menjadi 1.883 kasus. Sendangkan pasien meninggal dunia bertambah 2 kasus menjadi 40 kasus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ahli waris pekerja padat karya di Sleman menerima santunan JKM Rp74 juta. Capaian UCJ Sleman hingga Oktober 2026 mencapai 36,48%.
Jasad perempuan ditemukan di sungai kawasan Air Terjun Suwono Indah Park Ngawi. Polisi meminta warga yang kehilangan keluarga melapor.
PSIM Jogja meraih kemenangan perdana di Super League 2026/2027 setelah comeback dan mengalahkan Borneo FC dengan skor 2-1.
Pemilu Serbia dan Brasil menunjukkan perbedaan gelombang antikemapanan. Simak faktor pemicu dan tiga skenario politik dunia hingga 2027.
DPRD Sleman menyoroti pentingnya evaluasi berkala, pemutakhiran data keluarga berisiko, dan koordinasi lintas sektor untuk menekan stunting.
Komnas HAM meminta pemulihan psikologis bagi santriwati, ustazah, dan balita yang diduga trauma akibat penggeledahan ponpes di Sukoharjo.