WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Ilustrasi mayat/Ist-Okezone
Harianjogja.com, JOGJA--Jumlah pasien Covid-19 di DIY yang meninggal dunia setiap harinya terus bertambah.
Data yang dilaporkan Pemda DIY pada Selasa (24/11/2020), sebanyak enam orang pasien Covid-19 kehilangan nyawa karena Corona. Jumlah tersebut meningkat dibanding sehari sebelumnya.
Di mana hanya dilaporkan empat pasien meninggal dunia pada Senin (23/11/220). Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih melansir data pasien Corona yang dilaporkan meninggal pada Selasa.
BACA JUGA: Kepala Dinas Sosial Kota Jogja Terinfeksi Corona, Kantor Terpaksa Ditutup
Enam kasus yang dilaporkan meninggal itu meliputi Kasus 4.168, perempuan 55 tahun, Kulonprogo; Kasus 4.718, laki-laki 51 tahun, SLeman, dengan komorbid jantung; Kasus 5.020, perempuan 38 tahun, Sleman, dengan komorbid TB; Kasus 4.725, perempuan 62 tahun, Bantul, dengan komorbid diabetes melitus; kasus 5.143, perempuan 69 tahun, Bantul; kasus 5.102, laki-laki 70 tahun, Kota Jogja, dengan komorbid diabetes melitus dan hipertensi.
Dengan penambahan tersebut maka total pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia telah mencapai 133 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Pemda DIY siapkan satgas khusus atasi kejahatan jalanan. Libatkan polisi, TNI, BIN hingga BNN.
Kebakaran berulang terjadi di rumah pemotongan ayam di wilayah Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, dalam dua hari terakhir.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2. Dirut Ginda Ferachtriawan minta maaf dan siapkan restrukturisasi besar demi kebangkitan tim.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul berlangsung ekstrem. Andy juara tipis, kelas junior justru catat waktu tercepat.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada. Diduga peninggalan Mataram Kuno abad 8-9, kini diteliti Disdikbud.