Advertisement
Makan Bersama Jadi Cara Unik Cegah Stunting di Gowongan
Program Ceting Ngebul di Pendopo Kantor Kelurahan Gowongan pada Senin (6/4/2026). Ist - Kelurahan Gowongan
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Upaya menekan angka stunting di Kelurahan Gowongan, Kapanewon Jetis, Kota Jogja dilakukan dengan pendekatan berbeda. Edukasi gizi tidak hanya disampaikan lewat penyuluhan, tetapi dikemas dalam tradisi makan bersama melalui program Ceting Ngebul.
Program yang merupakan singkatan dari Cegah Stunting Ngagem Dahar Kembul ini kembali digelar di Pendopo Kantor Kelurahan Gowongan pada Senin (6/4/2026). Sebanyak 50 penerima manfaat dari program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Dana Keistimewaan (DAIS) 2026 terlibat dalam kegiatan tersebut.
Advertisement
Peserta terdiri dari 49 balita bersama orang tua serta satu calon pengantin. Mereka tidak hanya menikmati menu bergizi, tetapi juga mendapatkan pemahaman langsung mengenai pentingnya pola makan sehat dan pola asuh yang tepat.
Lurah Gowongan, Tika Adriatiavita, menekankan bahwa keluarga memegang peran penting dalam mencegah stunting sejak dini. Menurutnya, keberhasilan tumbuh kembang anak sangat ditentukan oleh perhatian orang tua terhadap asupan gizi dan pola pengasuhan.
BACA JUGA
“Peran keluarga dalam hal pola asuh, khususnya orang tua, sangatlah penting dalam memastikan tumbuh kembang anak berjalan secara optimal. Pemenuhan gizi yang seimbang sejak dini menjadi kunci utama agar anak-anak kita dapat tumbuh sehat, cerdas, dan kuat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembagian makanan tambahan, tetapi juga menjadi sarana membangun kesadaran kolektif masyarakat.
“Melalui kegiatan Ceting Ngebul ini, saya berharap tidak hanya menjadi ajang pemberian makanan tambahan, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan kebersamaan untuk memperkuat komitmen kita dalam mencegah stunting,” tandasnya.
Selain itu, edukasi teknis mengenai gizi turut diberikan oleh Nutrisionis Puskesmas Jetis, Rifqotul Mahmudah. Ia mengingatkan pentingnya asupan gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin, serta keterlibatan aktif orang tua sejak awal kehidupan anak.
Kegiatan ini menjadi contoh pendekatan berbasis budaya lokal yang dinilai efektif untuk mendekatkan pesan kesehatan kepada masyarakat, sekaligus memperkuat kebersamaan dalam upaya pencegahan stunting di wilayah perkotaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Baliho Aku Harus Mati Disorot IDAI, Bisa Berdampak pada Mental Remaja
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Pemkab Bantul Terapkan WFH bagi ASN Mulai Pekan Ini
- Digugat ke PTUN, Pemkab Bantul Sebut Pemecatan Dukuh Seloharjo Sah
- Sultan HB X Tekankan Pentingnya Mawas Diri dalam Pengambilan Keputusan
- WFH ASN Bantul Dibatasi, Tidak Semua OPD Bisa Terapkan
- Empat Nama Berebut Kursi Ketua PKB Kulonprogo lewat UKK
Advertisement
Advertisement







