Jenis Lampu Emergency Cocok Dipakai saat Listrik Padam
Kenali jenis lampu emergency untuk rumah, kantor, hingga area industri, mulai rechargeable, smart LED, hingga tenaga surya.
Kepala Diskominfo DIY sekaligus Ketua Forkomsanda DIY Hari Edi Tri Wahyu Nugroho melepas peserta Jelajah Persandian di Halaman Museum Sandi, Selasa (7/4/2026). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA— Kawasan Kotabaru di Kapanewon Gondokusuman, Kota Jogja mulai dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi bertema intelijen. Wilayah ini menyimpan sejumlah titik penting yang pernah menjadi pusat aktivitas persandian dan komunikasi rahasia negara pada awal kemerdekaan.
Inisiatif tersebut digerakkan melalui program jelajah yang diinisiasi Museum Sandi, salah satunya lewat kegiatan Jelajah Persandian yang digelar pada Selasa (7/4/2026). Kegiatan ini diikuti anggota Forum Komunikasi Persandian (Forkomsanda) DIY dengan menyusuri lokasi-lokasi bersejarah di Kotabaru.
Kepala Museum Sandi BSSN Setyo Budi Prabowo menjelaskan, kawasan ini memiliki peran strategis pada periode 1946 hingga 1948 sebagai pusat pemerintahan sekaligus basis intelijen negara.
"Karena kurun waktu tersebut [1946 hingga 1948], kantor persandian banyak yang berada di kawasan Kotabaru. Melalui kegiatan ini harapannya bisa memperkenalkan peran krusial Kota Baru sebagai pusat pemerintahan dan intelijen di masa awal kemerdekaan Indonesia," ujarnya.
Beberapa titik yang disusuri dalam kegiatan ini antara lain eks Kantor Kementerian Pertahanan Bagian B yang menjadi lokasi awal aktivitas intelijen yang dipimpin Zulkifli Lubis.
Selain itu, peserta juga mengunjungi lokasi di Jalan I Dewa Nyoman Oka No. 32 yang pada masa lalu dikenal sebagai Jalan Batanawarsa. Bangunan tersebut pernah menjadi kantor persandian dan sempat ditembaki Belanda dari arah Jembatan Gondolayu saat Agresi Militer II.
Rute perjalanan juga mencakup Monumen Sanapati yang berada di depan Gereja Santo Antonius Kotabaru sebagai simbol penghormatan bagi insan persandian.
Program jelajah ini terbuka untuk umum, meski pelaksanaannya dibatasi hanya dua kali dalam sebulan dengan tema Jejak Intelijen di Kotabaru. Peserta dapat mendaftar melalui Museum Sandi dan akan dipandu oleh edukator selama perjalanan.
"Memang rute ini dibuka untuk umum biasanya sebulan dua kali, destinasi tematik, karena beberapa gedung di Kotabaru ini menjadi kantor intelijen," katanya.
Ketua Forkomsanda DIY, Hari Edi Tri Wahyu Nugroho, menambahkan kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan HUT ke-80 Persandian Republik Indonesia.
Menurutnya, selain bernuansa olahraga, kegiatan ini juga bertujuan menghidupkan kembali sejarah persandian yang masih relevan hingga kini.
"Karena di Kotabaru ini ada beberapa spot yang erat kaitannya dengan persandian dan edukasinya masih relevan sampai saat ini. Hari ini kita menelusuri kembali jejak kantor-kantor yang pernah digunakan untuk mengamankan komunikasi rahasia negara," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kenali jenis lampu emergency untuk rumah, kantor, hingga area industri, mulai rechargeable, smart LED, hingga tenaga surya.
IHSG turun 8,35% sepanjang pekan 18-22 Mei 2026. Saham SMMA, SRAJ, CPIN, dan MYOR menjadi top leaders penahan pelemahan indeks.
Cek jadwal bus DAMRI Bandara YIA ke Jogja dan Sleman Sabtu 23 Mei 2026 lengkap dengan rute dan tarif terbaru.
Pekan terakhir Liga Spanyol 2025/2026 diwarnai kekalahan Barcelona, kemenangan Real Madrid, dan drama degradasi Mallorca serta Girona.
BGN menegaskan pengajuan dapur MBG atau SPPG gratis tanpa pungutan biaya setelah muncul dugaan penjualan titik MBG di sejumlah daerah.
Jadwal angkutan KSPN Malioboro menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini Kamis 21 Mei 2026 lengkap dengan tarif terbaru.