Advertisement
Harga Plastik di Kulonprogo Melonjak, Pedagang Keluhkan Stok
Tas kresek.ist - freepik
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO — Kenaikan harga plastik kemasan mulai dirasakan pedagang dan pelaku usaha di Kabupaten Kulonprogo. Di Pasar Wates, sejumlah jenis plastik mengalami lonjakan harga signifikan sejak pertengahan Maret 2026.
Salah satu pedagang plastik, Wicak, mengatakan kenaikan harga terjadi merata pada berbagai jenis dan ukuran plastik, bahkan hingga kini belum menunjukkan tanda penurunan.
Advertisement
“Seperti gelas plastik ukuran standar isi 50 buah, awalnya Rp10.000 sekarang sudah Rp14.000,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Kenaikan Hingga Dua Kali Lipat
BACA JUGA
Lonjakan harga juga terjadi pada gelas plastik ukuran jumbo. Jika sebelumnya dijual Rp14.000 per paket, kini melonjak menjadi Rp23.000 untuk isi 50 buah.
Tak hanya itu, plastik kresek isi 50 lembar juga mengalami kenaikan drastis, dari Rp4.000 menjadi Rp8.000 per paket.
Menurut Wicak, kenaikan harga tak terhindarkan karena biaya kulakan dari distributor juga ikut naik. Selain itu, pasokan barang semakin sulit didapat.
Kenaikan harga berdampak langsung pada daya beli konsumen. Wicak mengaku jumlah pembelian menurun tajam.
“Yang biasanya beli 10 pack, sekarang maksimal hanya tiga pack,” ungkapnya.
Kondisi ini membuat pedagang juga harus mengurangi stok karena barang semakin langka di pasaran. Ia menduga kelangkaan dipicu berkurangnya bahan baku produksi plastik.
Pelaku Usaha Mulai Khawatir
Di sisi lain, tidak semua jenis plastik mengalami kenaikan. Pelaku usaha katering, Indri, menyebut harga sendok plastik masih stabil di kisaran Rp7.000 per paket isi 100 buah.
Meski begitu, ia mengaku khawatir jika kenaikan harga meluas ke semua jenis plastik. Pasalnya, plastik merupakan salah satu komponen penting dalam operasional usaha kuliner.
“Kalau semua ikut naik, bukan tidak mungkin kami juga harus menyesuaikan harga jual,” katanya.
Kenaikan harga plastik berpotensi menambah beban biaya produksi bagi pelaku usaha, terutama di sektor kuliner dan katering.
Jika tren ini terus berlanjut dan pasokan belum stabil, dampaknya diperkirakan akan merembet pada kenaikan harga produk di tingkat konsumen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- WFH ASN DIY Mulai Pekan Ini, Car Free Day Tetap Lanjut
- Jadwal KRL Palur-Jogja 7 April 2026 Lengkap dari Pagi hingga Malam
- Makan Bersama Jadi Cara Unik Cegah Stunting di Gowongan
- Dukuh Gugat ke PTUN Seusai Dicopot, Warga Seloharjo Bela Lurah
- Cuaca Tak Menentu di Jogja, Warga Diminta Waspada Pohon Tumbang
Advertisement
Advertisement







