Bank Kulonprogo Fasilitasi UMKM hingga PPPK Paruh Waktu

Khairul Ma'arif
Khairul Ma'arif Senin, 18 Mei 2026 13:07 WIB
Bank Kulonprogo Fasilitasi UMKM hingga PPPK Paruh Waktu

Ilustrasi rekening nasabah bank. - Freepik

Harianjogja.com, KULONPROGO—PT BPR Bank Kulonprogo kembali mencatat prestasi di tingkat nasional setelah meraih predikat Bintang 5 (Ekselen) dan TOP Golden Trophy dalam ajang TOP BUMD Awards 2026 di Hotel Raffles Jakarta. Bank milik Pemerintah Kabupaten Kulonprogo tersebut dinilai berhasil menjaga kinerja sekaligus memperkuat kontribusi terhadap ekonomi kerakyatan.

Selain penghargaan untuk korporasi, Direktur Utama Bank Kulonprogo Joko Purnomo juga dinobatkan sebagai TOP CEO BUMD 2026. Sementara Agung Setyawan menerima penghargaan TOP Pembina BUMD 2026. Bank Kulonprogo juga memperoleh predikat “Sangat Bagus” versi majalah Infobank.

Program Kredit UMKM Jadi Andalan

Joko Purnomo mengatakan penghargaan tersebut diraih karena Bank Kulonprogo dinilai konsisten menjaga performa, berinovasi, serta memiliki dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat bawah di Kulonprogo.

Salah satu program unggulan yang menjadi perhatian ialah SUPER KeRIsKu atau Kredit Super Mikro Istimewa Kulonprogo. Program pembiayaan tersebut menyasar pelaku usaha mikro dengan bunga ringan dan tenor panjang.

"Program modal usaha ini menawarkan bunga ringan setara 0,5% flat per bulan. Plafon mencapai Rp100 juta dan tenor maksimal 84 bulan," ujar Joko kepada wartawan, Minggu (17/5/2026).

PPPK Paruh Waktu hingga Perangkat Kalurahan Bisa Mengakses Kredit

Tak hanya fokus pada sektor UMKM, Bank Kulonprogo juga menyediakan berbagai skema kredit untuk aparatur sipil negara (ASN), termasuk PPPK Paruh Waktu dan perangkat kalurahan. Program tersebut disalurkan melalui fasilitas pembiayaan bernama Kredit Piranti.

Bank daerah yang telah mengantongi sertifikasi ISO 9001:2015 dan ISO 27001:2020 itu juga terus memperluas layanan literasi keuangan kepada masyarakat melalui berbagai produk simpanan.

"Kami tidak hanya agresif dalam menyalurkan kredit, tetapi juga gencar memperkuat literasi keuangan masyarakat melalui produk simpanan seperti Tabungan Binangun, Deposito Binangun, hingga Simpanan Pelajar (SimPel). Untuk merangsang minat menabung, manajemen bahkan rutin menggelar undian berhadiah mobil dua kali setahun," tegas Joko.

Dorong Literasi Keuangan dan Budaya Menabung

Menurut Joko, edukasi keuangan sejak dini menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga di tengah perkembangan era digital dan maraknya praktik pinjaman ilegal.

"Kami ingin masyarakat semakin bijak dalam mengelola keuangan, membangun budaya menabung, serta tidak terjebak pinjaman online ilegal, rentenir, judi online, narkoba, maupun perilaku konsumtif yang merugikan masa depan keluarga," katanya.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, Bank Kulonprogo optimistis mampu terus berkembang menjadi lembaga keuangan daerah yang sehat, modern, dan terpercaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Kulonprogo.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online