Kokap Andalkan Potensi Lokal dan Kopi Roro untuk Tangani Kemiskinan
Kokap Kulonprogo mengandalkan potensi lokal, Kopi Roro, Waduk Sermo, dan padat karya untuk membuka peluang ekonomi masyarakat.
Ilustrasi Audit BPK
Harianjogja.com, KULONPROGO — Komisi I DPRD Kabupaten Kulonprogo mendorong dilakukannya audit menyeluruh terhadap PT Selo Adikarto (SAK), menyusul kondisi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut yang dinilai tidak sehat baik dari sisi keuangan maupun operasional.
Dorongan itu mengemuka dalam audiensi bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Inspektorat Daerah, Bagian Hukum, Bagian Perekonomian, serta BKAD. Audit komprehensif dinilai penting untuk menentukan arah kebijakan terhadap perusahaan yang kini juga tengah dalam proses penyelidikan oleh kejaksaan.
Ketua Komisi I DPRD Kulonprogo, Suryanto, menegaskan audit sebaiknya dilakukan oleh lembaga independen seperti BPKP.
“Intinya DPRD meminta audit menyeluruh oleh BPKP agar ada kesimpulan dan rekomendasi yang jelas,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Tentukan Nasib Perusahaan
Menurut Suryanto, hasil audit nantinya akan menjadi dasar apakah PT SAK masih layak dipertahankan atau justru harus dihentikan secara permanen.
Ia juga memastikan bahwa persoalan perusahaan tidak akan membebani keuangan APBD secara langsung, meski pemerintah daerah tetap menanggung kerugian dari penyertaan modal.
“Dari total Rp32 miliar, sudah ada dividen sekitar Rp14 miliar. Jadi kerugian sekitar Rp16 miliar,” jelasnya.
Potensi Besar, Realisasi Mengecewakan
DPRD menyayangkan kondisi PT SAK karena secara konsep bisnis dinilai memiliki potensi keuntungan yang besar, terutama dari sektor proyek yang dikelola.
Namun, realisasi di lapangan justru menunjukkan hasil sebaliknya. Suryanto menyoroti adanya dugaan ketidaksesuaian antara laporan administrasi yang terlihat baik dengan kondisi manajemen yang dinilai bermasalah.
“Secara bisnis sebenarnya bagus dan seharusnya menguntungkan, tapi praktiknya berbeda,” katanya.
Ia menambahkan, jika hasil audit merekomendasikan perusahaan tetap berjalan, maka perombakan total manajemen menjadi langkah yang tidak bisa ditawar.
Audit Harus Komprehensif
Sementara itu, Inspektur Daerah Kulonprogo, Arif Prastowo, menilai audit menyeluruh menjadi langkah penting untuk mendapatkan gambaran utuh terkait kondisi perusahaan.
Ia menekankan audit tidak boleh dilakukan secara parsial, melainkan mencakup seluruh periode operasional PT SAK.
“Kalau diaudit lengkap oleh BPKP, hasilnya akan lebih komprehensif dan bisa menjadi bahan pertimbangan bagi DPRD maupun pemerintah daerah,” ujarnya.
Dengan audit yang menyeluruh, pemerintah daerah diharapkan dapat menentukan langkah strategis terhadap PT SAK, baik untuk perbaikan tata kelola maupun pengambilan keputusan jangka panjang terkait keberlanjutan perusahaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kokap Kulonprogo mengandalkan potensi lokal, Kopi Roro, Waduk Sermo, dan padat karya untuk membuka peluang ekonomi masyarakat.
Pidato Prabowo di Senayan menyoroti capaian ekonomi, investasi, MBG, kemiskinan, hingga pemerataan pembangunan setelah 21 bulan pemerintahan.
Sebanyak 17 pengurus PSI Gunungkidul pindah ke NasDem. Mereka mengaku kecewa setelah tak lagi masuk dalam kepengurusan baru PSI.
KPPS menawarkan kredit hingga Rp15 juta tanpa agunan dengan bunga flat 8 persen per tahun. Simak syarat dan skema penerimanya.
Prabowo menyebut karhutla di Kalimantan dan Sumatra mulai teratasi dan berharap seluruh penanganannya selesai dalam 1-2 minggu.
Sebanyak 13.328 wisatawan mengunjungi Pantai Parangtritis selama tiga hari libur Maulid. Retribusi wisata mencapai Rp193,256 juta.