Pasca-Libur Panjang Jogja "Panen" Kasus Covid-19

Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi, mencoba mengisi sensus online, Senin (9/3/2020). - Ist/Dok
24 November 2020 20:57 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Fakta kenaikan kasus Covid-19 di Kota Jogja tak ditampik oleh Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi. Terutama bila membandingkan jumlah kasus sebelum masa liburan akhir Oktober lalu.

"Waktu itu masih berkisar 45 kasus positif harian yang ditangani layanan rumah sakit di Kota Jogja dan saat ini ada 147 kasus positif. Artinya dari tiga minggu pasca liburan ada kenaikan tiga kali lebih. Tetapi jika dilihat pertumbuhan kasus di Kota Jogja banyak terjadi di dalam keluarga," ungkapnya, Selasa (24/11/2020).

Dia menambahkan jika keseluruhan kasus rumah tangga mencapai sekitar 65 persen dari semua kasus positif.

BACA JUGA: Kepala Dinas Sosial Kota Jogja Terinfeksi Corona, Kantor Terpaksa Ditutup

"Dengan demikian yang harus diingatkan adalah agar prokes covid di rumah tetap dijalankan dengan baik yaitu sepulang dari perjalanan atau bertemu dengan banyak orang di luar, agar mandi dahulu dan pakaian langsung dimasukkan dalam mesin cuci, sebelum berinteraksi dengan anggota keluarga lainnya. Disamping tetap jaga jarak, pakai masker dan selalu cuci tangan," ujarnya.

Namun, Heroe membantah adanya tudingan informasi Jogja yang masuk zona merah membara dan kamar penuh. Saat ini di Kota Jogja bahkan tidak ada satu pun kelurahan yang terkonfirmasi zona merah.

Heroe Poerwadi menyebutkan pada Senin (23/11/2020) berdasarkan data yang ada dari 45 sembilan kalurahan masuk zona kuning, sedangkan 36 kalurahan zona oranye dan tidak ada satu pun kalurahan yang masuk zona merah. "Oleh karena itu, Kota Jogja sampai saat ini kategorinya zona oranye," jelas Heroe.

Ditegaskan Heroe, penghitungan untuk menentukan indeks zona Covid-19 didasarkan atas tiga indikator utama yakni epidemiologi, surveilans, dan ketersediaan layanan kesehatan yang dibagi menjadi 14 variabel. "Diantaranya menyangkut angka kenaikan atau penurunan kasus positif, kesembuhan dan kematian. Juga jumlah spesimen yang diperiksa dan angka positif rutenya serta ketersediaan kamar isolasi maupun ICU," jelasnya.

Berdasarkan beberapa indikator dan variabel tersebut, Heroe menegaskan jika Kota Jogja berada di posisi zona oranye. "Jadi tidak benar di DIY semua zona merah. Bahkan berdasarkan data dari DIY ada dua kabupaten zona merah, dua zona oranye dan satu zona zona kuning. Jadi di tingkat DIY pun masuk kategori zona oranye," tegasnya.