Gandeng UGM, PDAM Sleman Uji Deteksi Kebocoran Pakai Satelit
PDAM Sleman jadi yang pertama di Indonesia uji teknologi satelit untuk deteksi kebocoran pipa. Kolaborasi dengan UGM dan perusahaan Korea.
Suasana di depan Taman Kaliurang, Sleman, Kamis (26/11/2020). /Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN- Jumlah kunjungan wisatawan ke Kaliurang menurun tajam sejak kenaikan status Gunung Merapi dari Waspada ke Siaga sejak 5 November lalu. Pemerintah diminta untuk memerhatikan kondisi masyarakat dan pelaku wisata di lereng Merapi karena terdampak tidak langsung perubahan status tersebut.
Ditemui Harianjogja.com, Kamis (26/11/2020), sejumlah pelaku wisata di Kaliurang mengaku jika jumlah kunjungan wisatawan ke Kaliurang menurun drastis. Kondisi tersebut menyebabkan warga yang selama ini menggantungkan penghasilannya pada jasa pariwisata kembali terpuruk. Sebelumnya, pelaku wisata di lereng Merapi terpuruk saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia.
"Penurunan jumlah wisatawan sangat dratis. Yang menggunakan jasa jeep lava tour penurunanya hampir 90 persen. Ini dimungkinkan karena wisatawan pada takut atau khawatir [akibat aktivitas Merapi]," kata Ketua Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Wilayah Barat, Dardiri.
Baca juga: Merapi Bergejolak, Masih Ditemukan Penambang Di KRB III
Sejak kenaikan status Merapi dari waspada ke siaga, kata Dardiri, pelaku usaha jasa pariwisata di Kaliurang sudah menginformasikan kepada khalayak jika Kaliurang masih aman dikunjungi. Sosialisasi tersebut disampaikan di akun-akun media sosial hingga media massa. Namun demikian, katanya, upaya tersebut masih belum berdampak baik untuk menarik kunjungan wisatawan.
Terbukti, katanya, Jeep yang mangkal di masing-masing base camp hanya sedikit yang beroperasi. Kondisi tersebut terjadi karena jumlah wisatawan yang datang hanya sedikit. Dardiri berharap, ada perhatian dari pemerintah terkait yang dihadapi pelaku wisata saat ini di lereng Merapi.
"Operator mungkin mau mengeluarkan jeep juga mikir untuk beli bensin. Padahal tarif masih sama tidak mengalami perubahan. Sementara ini wisatawan yang menggunakan jasa lava tour hanya bisa ambil yang mini short saja," ujarnya.
Baca juga: Alarm Bahaya! Kasus Positif Covid-19 Sepekan Terakhir di Atas 4.000 Orang
Sejak Agustus lalu para pelaku wisata di lereng Merapi ini mulai kembali bangkit. Mereka kembali bergerak dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Wisatawan pun mulai berdatangan ke berbagai destinasi wisata di lereng Merapi. Hingga status Merapi naik menjadi Siaga, Pemkab Sleman pun menutup destinasi wisata di lereng Merapi kecuali Kaliurang.
"Destinasi wisata di Kaliurang tidak ditutup karena masih berada di jarak radius aman. Jaraknya 6,5 km dari puncak Merapi. Sementara destinasi wisata yang ditutup yang berjarak 5km dari Merapi. Seperti Kaliadem, Klangon dan Turgo," kata Surono anggota Komunitas Jeep Lavatour Tlogoputri Kaliurang.
Dia menduga, penurunan kunjungan wisatawan tidak terlepas dari banyaknya kabar bohong (hoak) terkait kondisi Merapi. Sejak status Merapi naik menjadi Siaga, katanya, muncul isu jika kawasan wisata di lereng Merapi ditutup. Padahal, ujarnya, kawasan wisata yang ditutup hanya yang berjarak di radius 5km dari puncak Merapi. Seperti wisata Bungker Kaliadem dan Wisata Bukit Klangon.
"Kami pastikan sampai saat ini wisata Kaliurang belum ditutup dan aman dikunjungi. Warga juga masih beraktifitas seperti biasa. Tidak ada yang mengungsi karena masih berada di jarak aman,"kata Surono.
Pada Rabu (25/11/2020), katanya, mereka melayani rombongan wisatawan dari Bogor. Sebanyak 15 jeep di kawasan tersebut diborong untuk mengantar wisatawan berkeliling lereng Merapi. "Mereka senang dan tidak menyangka kalau Kaliurang masih beroperasi. Ya rutenya berbeda saat sebelum status Merapi naik jadi Siaga. Kami mematuhi imbauan pemerintah untuk tidak melewati radius 5 km. Jadi melewati jalur di bawah radius 5 km," katanya.
Sebelumnya, Panewu Pakem Suyanto menegaskan sesuai Surat Bupati Sleman No.360/02057 dalam menindaklanjuti status Gunung Merapi menjadi siaga, objek wisata Kaliurang tidak termasuk dalam daftar objek wisata yang ditutup. Objek wisata yang ditutup hanya yang berjarak kurang dari 5km seperti Klangon, Bunker Kaliadem, Kinahrejo, dan Wisata Religi Turgo.
"Kami sudah sambangi di objek-objek wisata dan koordinasi agar pengunjung dan pengelola wisata selalu menjaga jarak aman dari puncak merapi minimal lima kilometer," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDAM Sleman jadi yang pertama di Indonesia uji teknologi satelit untuk deteksi kebocoran pipa. Kolaborasi dengan UGM dan perusahaan Korea.
Batik Sembung di Kulonprogo membuat kain batik sepanjang 8,1 meter untuk memperingati HUT ke-81 RI dan menyuarakan pesan persatuan bangsa.
Thailand siapkan overhaul pajak kendaraan setelah Indonesia rayu Toyota pindahkan produksi. Tarif cukai lebih rendah untuk produsen lokal, lebih tinggi untuk CB
Toyota Kijang Innova Zenix HEV masih menjadi mobil hybrid terlaris Juli 2026. Mitsubishi Xforce HEV langsung masuk jajaran 10 besar.
iPhone 17 raih skor 157 di DxOMark, naik 10 poin dari iPhone 16. Kamera ultrawide 48MP jadi peningkatan utama, tapi ketiadaan lensa telefoto masih jadi kelemaha
Putri Kusuma Wardani lolos ke babak kedua Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 setelah mengalahkan Mikaela Joy De Guzman 21-12, 21-6.