In This Ekonomi, Ini Cara Efektif Mengelola Keuangan di Tengah Inflasi
Biaya hidup yang terus meningkat menuntut pengelolaan keuangan yang lebih disiplin. Simak delapan langkah praktis agar kondisi finansial tetap aman hingga akhir
Gapura Bantul./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL - Sejumlah langkah dilakukan oleh pengelola objek wisata di Bantul menyambut liburan Natal dan Tahun Baru 2021. Selain tidak menggelar acara atraksi wisata, mereka juga lebih memperketat penerapan protokol kesehatan, guna mencegah penularan Covid-19.
Pengelola Puncak Sosok Rudy Haryanto mengatakan, pihaknya sengaja tidak menggelar atraksi wisata untuk menyambut wisatawan saat liburan Natal dan Tahun Baru 2021. Selain karena masih dalam masa pandemi Covid-19, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, baik Dinas Pariwisata dan Satpol PP Bantul terkait dengan pengetatan protokol kesehatan di tempat tersebut.
“Pengetatan protokol kesehatan kami maksimalkan. Personel kami juga kami tambah. Selain itu, kami juga menyediakan alternatif tempat, sebagai antisipasi membludaknya pengunjung,” katanya, Minggu (29/11/2020).
Baca juga: Semalam, Terdengar 2 Kali Suara Guguran di Merapi
Alternatif tempat yang dimaksud oleh Rudy ini adalah disediakannya lokasi untuk menampung pengunjung yang biasanya terkonsentrasi di panggung utama. Di mana, selama pandemi Covid-19, pengelola Puncak Sosok, sengaja melakukan pembatasan jumlah kapasitas di area utama. Jika sebelum Covid-19, area panggung utama mampu terisi 2.000 orang, maka selama pandemi Covid-19 hanya diisi maksimal 1.500 orang.
“Itu kenapa kami siapkan lokasi alternatif yang tidak jauh dari lokasi tersebut. Kami juga tidak ingin melonggarkan penerapan protokol kesehatan di tempat ini,” lanjutnya.
Selain itu, Rudy mengungkapkan, sampai kini pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat terkait operasional objek wisata. Sebab, diakuinya, pada Desember ada beberapa momen yang dipastikan akan sedikit banyak berpengaruh terhadap pengoperasionalan objek wisata di tempat tersebut.
“Salah satunya adalah adanya pemilihan kepala desa. Untuk itu, kami masifkan komunikasi, baik kepada calon yang maju maupun sejumlah pihak. Karena kami tidak ingin hal ini akan berdampak pada pengoperasionalan objek kami,” jelasnya.
Baca juga: Tahap Pertama, DIY Dijatah 2,2 Juta Vaksin Covid-19
Terpisah, Sekretaris Dinas Pariwisata Bantul, Annihayah mengakui tidak ada pengajuan atraksi wisata yang akan digelar di objek wisata di Bantul. Hal ini dikarenakan, para pengelola objek wisata sudah memahami jika masih dalam kondisi pandemi Covid-19.
Kendati demikian, Annihayah memperkirakan ada 5.000-10.000 pengunjung datang ke sejumlah objek di Bantul pada liburan akhir tahun. “Sementara untuk malam pergantian tahunnya kemungkinan bisa sampai 10.000-12.000 pengunjung,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Biaya hidup yang terus meningkat menuntut pengelolaan keuangan yang lebih disiplin. Simak delapan langkah praktis agar kondisi finansial tetap aman hingga akhir
PSS Sleman menggelar Launching Team, Jersey Reveal, dan laga uji coba melawan Kendal Tornado FC di Stadion Maguwoharjo pada 8 Agustus 2026
Pemerintah mengintegrasikan MBG dengan Koperasi Desa Merah Putih untuk ketahanan pangan. Pengamat menilai tata kelola dan keamanan pangan masih menjadi tantanga
Polres Karanganyar menghentikan penyelidikan dugaan MinyaKita berbau solar setelah uji laboratorium memastikan tidak ada kandungan solar maupun minyak tanah.
Gempa magnitudo 5,3 mengguncang Ismailia, Mesir. Belum ada laporan korban, sementara pemerintah mengaktifkan tanggap darurat dan rumah sakit bersiaga.
Bantul menargetkan angka kemiskinan turun di bawah 10 persen pada 2026. Sebanyak 103 program disiapkan dengan dukungan pembaruan DTSEN.