Tahap Pertama, DIY Dijatah 2,2 Juta Vaksin Covid-19

Ilustrasi - Pixabay
28 November 2020 22:17 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- DIY akan mendapat kuota 2,2 juta vaksin pada tahap pertama. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie usai mengikuti video konferensi persiapan penyediaan vaksinasi covid-19 DIY dari kompleks Kantor Gubernur DIY, Jumat (27/11/2020).

Pembajun menjelaskan pada tahap pertama, DIY akan diberikan kuota sebanyak 2,2 juta vaksin. Meski demikian, ia menegaskan data ini belum final, sehingga masih bisa berubah. Ia juga belum bisa memprediksi target realisasi vaksin.

"Harus dipahami, bahwa ini data yang belum fiks, data terus berjalan, artinya bisa semakin banyak atau berkurang. Tergantung kriteria, jumlah penduduk yang 18-59 tahun, tidak memiliki komorbid, tidak pernah terpapar covid-19, dan tidak sedang menderita penyakit infeksi," jelasnya.

Baca juga: Sepi Pembeli, Pembuat Kostum Pentas Seni di Kulonprogo Buka Jasa Sewa

Terkait dengan peruntukkan vaksin, ia menjelaskan pihaknya masih menunggu juknis dari pusat. “Informasi yang kita dapatkan sementara adalah satu orang itu dua vaksin, diberikan dengan periode tertentu. Dengan adanya juknis itu, kita akan melaksanakan sesuai dengan prosedurnya,” katanya.

Harapannya, segera bisa dilaksanakan simulasi, semisal lebih bagaimana pengiriman vaksin tersebut, siapa yang harus mengamankan, siapa yang harus melaksanakan atau vaksinatornya, lalu institusinya, teknis setelah divaksin bagaimana.

Dengan adanya vaksin, ia mengingatkan bukan berarti penerapan protokol kesehatan lantas diabaikan. "Setelah vaksinasi itu juga tidak bisa kita kembali seperti dulu lagi, harus tetap memperhatikan protokol kesehatan," ujarnya.

Kepala Dinas Kominfo DIY Rony Primanto Hari menuturkan bahwa sejauh ini, Pemda IDY masih menunggu datangnya vaksin, sembari melakukan persiapan, seperti sosialisasi dan sebagainya. “Sebab saat ini, pemahaman soal vaksinasi itu sendiri masih kurang. Jadi perlu diadakan edukasi terkait dengan vaksin," tuturnya.

Baca juga: BST APBD Kota Jogja Rp300.000 per KK Diharapkan Cair Desember

Kementerian Kominfo kata dia, akan menyiapkan basis data yang nantinya digunakan sebagai saran untuk vaksin, supaya tidak ada penyalahgunaan vaksin agar vaksin dapat menyebar merata sesuai dengan peruntukannya.

Dalam video konferensi tersebut, Menteri Kesehatan, Terawan, menjelaskan roadmap strategi pelaksanaan vaksinasi covid-19 tingkat nasional terbagi ke dalam tiga tahap yakni persiapan atauperencanaan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi.

"Tahapan persiapan meliputi survei, pendataan, peningkatan kapasitas SDM, hingga perumusan anggaran. Untuk pelaksanaannya termasuk distribusi, pelayanan vaksinasi, dan operasional sistem informasi. Di samping itu, untuk tahapan akhirnya adalah pencatatan, pemantauan pra, survei cakupan, hingga cost effective analysis," ujarnya.

Ia mengungkapkan telah dilakukan survei mengenai status penerimaan vaksin covid-19. Hasilnya menunjukkan 64,8% masyarakat menerima vaksin, 7,6% menolak, serta 27,6% menyatakan tidak tahu. Survei kesediaan juga dilakukan pada responden dari seluruh provinsi di Indonesia.