WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Meski masih dalam situasi pandemi covid-19, partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 justru meningkat. Di DIY, dari tiga kabupaten yang menyelenggarakan Pilkada, Gunungkidul menjadi kabupaten dengan peningkatan partisipasi terbanyak, sekaligus melampaui target nasional.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY, Hamdan Kurniawan, menjelaskan dibanding Pilkada sebelumnya, partisipasi Sleman meningkat 3%, Bantul 6% dan Gunungkidul 10%. “Gunungkidul terbanyak, dari sebelumnya 70 persen jadi 80 persen,” ujarnya, Senin (14/12/2020).
Sementara tingkat partisipasi Bantul menjadi 81% dan Sleman 75%. Bantul dan Gunungkidul melampaui target partisipasi nasional, yakni 77%. Kedua kabupaten ini juga memenuhi target partisipasi tingkat provinsi sebesar 80%.
BACA JUGA: Menikmati Wisata Perkebunan Anggur di Jogja
Meski Sleman belum memenuhi target, menurutnya dengan adanya kenaikan tersebut sudah sangat baik mengingat masih dalam situasi pandemi Covid-19. Ia melihat peningkatan partisipasi ini dipengaruhi oleh perbaikan data pemilu, sehingga yang tercatat adalah pemilih yang riil.
“Wajib E-KTP yang tercatat 6 Desember yang direkam setelah koordiansi Disdukcapil [Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil] sudah habis terekam. Bantul pun tinggal tujuh, orangnya pun sudah pindah keluar kota. Di Sleman ada 100 tapi itupun sudah sangat baik karena awalnya ada ribuan. Mobilitas di Sleman juga cukup tinggi,” katanya.
KPU tidak memfasilitasi tes swab petugas atau masyarakat selepas pemungutan suara. Sebab itu jika mau melihat dampaknya pada peningkatan kasus, maka hanya bisa dilihat data secara umum apakah ada lonjakan kasus setelah pilkada. Kendati demikian, dengan protokol kesehatan ketat selama pelaksanaan Pilkada, diharapkan mampu mengurangi risiko penularan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Amri/Nita tersingkir di 32 besar Japan Open 2026 usai kalah 18-21, 21-23 dari unggulan Prancis. Kesalahan sendiri & ketidaktenangan jadi penyebab kekalahan.
Mbappe gagal tambah gol di semifinal, rating 5,8 & akui kelemahan Prancis lawan Spanyol. Posisi top skor terancam Messi. Prancis kalah 0-2.
Bank Indonesia mencatat utang luar negeri Indonesia mencapai US$444,4 miliar atau Rp7.946,6 triliun per Mei 2026. Rasio terhadap PDB tercatat 29,9 persen dan ma
Hainan larang penjualan mobil bensin mulai 2030, target 45% EV. China uji coba elektrifikasi di provinsi kepulauan dengan insentif & kemandirian energi 54%.
Kontroversi halftime show final Piala Dunia 2026! Jeda 20-30 menit, melanggar aturan IFAB. BTS, Shakira, Madonna tampil gratis demi amal. Simak selengkapnya.