Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Ilustrasi pesta kembang api pada perayaan tahun baru/JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO--Pemerintah Kabupaten Kulonprogo memastikan tidak menggelar acara hiburan saat perayaan malam Tahun Baru 2021. Hal ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi penyebaran Covid-19.
Bupati Kulonprogo Sutedjo mengatakan dalam perayaan malam tahun baru pada tahun-tahun sebelumnya di Kulonprogo, pemkab kerap mengadakan pelbagai acara hiburan, mulai dari pentas musik, seni tradisional dan sebagainya. Kegiatan itu dilangsungkan di sejumlah titik strategis di kabupaten ini, seperti destinasi wisata pantai, perbukitan dan Alun-alun Wates.
Namun pada tahun ini, ada pengecualian. Pemkab meniadakan seluruh acara hiburan itu guna meminimalisir penyebaran Covid-19. Pihaknya khawatir jika acara tetap digelar, dapat menimbulkan kerumunan yang berisiko terjadi penularan virus.
Baca juga: Polisi Beberkan GNWS, Geng Remaja di Sleman Terduga Penganiayaan Brutal
"Pada tahun ini kami tidak mengadakan event, soalnya bisa menimbulkan kerumunan," ucap Sutedjo, Senin (14/12/2020).
Sutedjo mengatakan pemkab tidak melarang masyarakat Kulonprogo merayakan malam tahun baru. Namun diimbau agar dalam perayaan tersebut dilakukan secara sederhana. Tidak perlu mendatangkan banyak orang, karena sangat berisiko terjadi penularan.
Dia juga mengingatkan masyarakat untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan, yakni mengenakan masker ketika di luar rumah, jaga jarak, hindari kerumunan dan biasakan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.
Imbauan ini juga ditujukan kepada seluruh pengelola destinasi wisata di Bumi Menoreh. Sutedjo berharap para pengelola benar-benar mengatur prokes yang ketat dan bertanggung jawab agar siapapun yang berkunjung ke objek wisata harus terjamin keselamatannya, terutama dari paparan Covid-19.
"Selain itu pengelola juga harus memperhitungkan berapa kemampuan kapasitas destinasi wisata dalam menjaring wisatawan, ini harus diatur agar tidak terjadi kepadatan," ucapnya.
Pemantauan Prokes
Masih terkait destinasi wisata, Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo akan melakukan pemantauan penerapan protokol kesehatan di sana selama berlangsungnya libur akhir tahun mendatang. Jawatan ini telah menyusun jadwal pemantauan yang dalam pelaksanaannya melibatkan gugus tugas di masing-masing kapanewon.
Baca juga: Selamat! Kota Jogja Raih Predikat Kota Peduli HAM
"Bagi yang tetap taat prokes kita kasih sticker penanda layak kunjungan. Tapi yang tak taat kita bina lagi," kata Kepala Dispar Kulonprogo, Joko Mursito.
Joko mengaku telah berkomunikasi dengan para pengelola wisata di Kulonprogo dalam rangka menyambut libur akhir tahun nanti. Salah satu yang ditekankan adalah tentang penerapan protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya klaster di tempat wisata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Penembakan terjadi di dekat Gedung Putih, AS. FBI dan Dinas Rahasia menangani insiden yang melukai dua orang.
BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah kota besar Indonesia pada Minggu.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Ketua BPD Hipmi Jatim Ahmad Salim Assegaf membantah narasi mayoritas BPD Hipmi menolak pelaksanaan Munas XVIII Hipmi di Lampung.
Selain mempermudah mobilitas, kehadiran bus KSPN juga diarahkan untuk mendorong penggunaan transportasi publik yang lebih ramah lingkungan di kawasan pariwisata