Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Beragam Keseruan
Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar 2026 resmi dibuka di Living World Denpasar pada 28 Oktober hingga 1 November, menghadirkan hiburan, aktivitas komunitas.
Petugas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jogja saat melakukan inspeksi di salah satu pusat perbelanjaan di kabupaten Sleman, Selasa (15/12). /Harian Jogja-Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, JOGJA--Selama pandemi Covid-19, hasil operasi dan analisa Badan POM melalui Kedeputian Bidang Penindakan Balai Besar pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DIY menunjukkan terjadinya perbedaan pola konsumsi dan distribusi melalui media online.
Kepala BBPOM DIY Dewi Prawitasari menjelaskan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), penjualan secara online pada bulan April 2020 bahkan melonjak hingga 480%. Hal ini memberikan peluang bagi pelaku kejahatan obat dan makanan untuk mengedarkan obat dan makanan ilegal dan tidak memenuh persyaratan melalui media online.
BACA JUGA : BBPOM DIY Kembali Raih Penghargaan
Meskipun dalam kondisi pandemi COVID-19, BBPOM di Yogyakarta, tetap dan terus melakukan operasi-operasi penindakan terutama peniualan obat dan pangan berkemasan melalui online. “Selama kurun waktu Maret-November 2020, telah dilakukan operasi pengusulan take down link platfom e-commerce sebanyak 227. Temuan ini merupakan hasil pengawasan rutin yang bermula dari laporan masyarakat yang menyebutkan adanya penjualan obat dan makanan ilegal secara online,” katanya Rabu (16/12/2020).
Berdasarkan laporan tersebut, lanjutnya, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) melakukan pendalaman dan penelusuran yang kemudian menunjukkan adanya pelanggaran di bidang Obat dan Makanan. Platform yang dipergunakan yaitu lnstagram, Facebook, Blibli, Lazada, Tokopedia, Shoopee, OLX, Kaskus. Pada bulan Maret dilakukan pengusulan take down platform lokal yaitu agen krim wajah HN, toko kosmetika Bantul HM Ori Ara, dan CV PF YK.
“Modus operandi pelaku adalah mengedarkan obat dan pangan olahan ilegal selain melalui platform e-commerce, juga mendistribusikan produk tersebut melalui jasa transportasi online dan ekspedisi,” katanya.
BACA JUGA : Badan POM DIY Raih Dua Penghargaan
Jenis temuan obat dan makanan ilegal yang ditawarkan/ dijual secara daring antara lain Obat sebanyak 110 (49%), Obat Tradisional sebanyak 89 (39%), Pangan sebanyak 15 (7olo), Kosmetika sebanyak 12 (5o/o), dan Suplemen Kesehatan sebanyak 1 produk. Sehingga temuan obat dan obat tradisional ilegal yang dijual online masih merupakan komoditi yang terbanyak yang dilanggar.
Masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih, membeli dan mengonsumsi produk Obat dan Makanan, termasuk banyaknya informasi penggunaan obat-obat herbal dengan klaim mencegah, mengobati atau menyembuhkan COVID-\'!9.
“Selalu ingat Cek "KLIK\' [Kemasan, Label, izin Edar dan Kedaluwarsa] sebelum membeli atau mengonsumsi produk Obat dan Makanan. Masyarakat dapat memperoleh informasi tentang produk Obat dan Makanan dengan mudah melalui situs resmi Badan POM, sosial media resmi Badan POM, maupun HaIoBPOM,” ucapnya. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar 2026 resmi dibuka di Living World Denpasar pada 28 Oktober hingga 1 November, menghadirkan hiburan, aktivitas komunitas.
Gibran mengaku telah menyiapkan dokumen untuk membuktikan keaslian ijazahnya di PTUN sebelum gugatan Denny Indrayana dicabut.
Telkom meraih dua penghargaan dalam ALB Indonesia Law Awards dan In-House Counsel Summit & Awards 2026 atas keunggulan fungsi legal serta inovasi digital melalu
WNI bernama Taufiq Muhammad dilaporkan tewas dalam pertempuran pertama setelah direkrut menjadi tentara Rusia di Ukraina.
Polda DIY menyatakan 34 orang yang mendapat perlindungan saat kericuhan di Gedung DPRD DIY telah dipulangkan dan dijemput keluarga.
Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta pelaku perusakan saat demonstrasi di Jogja diproses hukum dan mengingatkan massa tidak melakukan kekerasan.