Badan POM DIY Raih Dua Penghargaan

Penyerahan penghargaan Badan POM dalam Pertemuan Teknis di Banyuwangi, Selasa (26/11/2019). - Ist/Dok Badan POM DIY
29 November 2019 13:27 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) memberikan penghargaan untuk Unit Kerja Dengan Indeks Reformasi Birokrasi Tertinggi dan penghargaan bagi tiga unit terbaik Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tertinggi tahun 2019 di lingkungan Badan POM.

Penghargaan diserahkan Kepala Badan POM Penny K Lukito pada Acara Pertemuan Teknis di Banyuwangi, Selasa (26/11/2019).

Penghargaan diterima oleh Kepala BBPOM DIY Rustyawati. Dengan penghargaan ini, BBPOM DIY  bertekad akan terus meningkatkan kinerja dan pelayanan publik untuk melayani masyarakat.

Penghargaan I adalah Nilai RB terbaik se-Indonesia (di lingk BPOM). RB atau Reformasi Birokrasi yang menunjukkan komitmen pimpinan dan seluruh jajaran di BBPOM DIY untuk mewujudkan pemerintah yang bersih, transparan, akuntabel dan terbebas dari praktik korupsi.

Sebagai wujudnya adalah terus menerus meningkatkan layanan publik yang transparan dan lebih bermanfaat kepada masyarakat. "Kami juga sedang mengajukan Pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM tahun 2019 ini, mohon doanya semoga goal bahkan harapan kami langsung berpredikat WBBM [Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani]," kata Rustyawati, dalam rilisnya, Jumat (29/11/2019).

Penghargaan kedua adalah nilai SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah). Badan POM DIY  mendapat peringkat kedua seluruh Indonesia (di lingkungan BPOM). Ini juga menunjukkan atau menggambarkan kinerja yang dicapai oleh suatu instansi pemerintah (BBPOM DIY) atas pelaksanaan program dan kegiatan yang dibiayai APBN/APBD telah sesuai dengan target yang telah ditetapkan dan pelaksanaanya telah sesuai dengan prinsip-pronsip akuntabilitas keuangan.

Menurut Rustyawati, proses untuk mencapainya sangat panjang dimulai dari tahun 2017 dan terus berjuang memperbaiki diri terutama di layanan publik dan seluruh bisnis proses di internal yg lebih efisien dan efektif.

Tantangan BPOM selalu ada yaitu berkomitmen melindungi masyarakat dari peredaran Obat dan Makanan yg tidak memenuhi standar/persyaratan melalui perbaikan terus menerus di sektor layanan publik dlm kerangka pengawasan obat dan makanan

“Tentu BPOM melalui BBPOM DIY akan terus berinovasi dalam memberikan pelayanan publik yg lebih baik lagi utk mewujudkan masyarakat yang mandiri dan cerdas mampu melindungi diri sendiri dan keluarganya dari konsumsi obat dan makanan yang tidak sehat,” tutupnya.

Indeks RB Tertinggi :
1. BBPOM DIY
2. BBPOM di Surabaya
3. Dit Registrasi Pangan Olahan

Nilai sakip tertinggi :
1. BBPOM di Surabaya
2. BBPOM DIY
3. BBPOM di Bandung