Memasyarakatkan Perilaku Hidup Sehat Lewat Perlombaan

Salah satu kelompok yang tampil dalam acara peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-55 yang digelar di Kantor Dinkes DIY, Jumat (15/11/2019). - Media Digital
15 November 2019 21:17 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY menggelar berbagai rangkaian peringatan Hari kesehatan Nasional (HKN) ke-55 tahun ini. Salah satunya melalui beragam kegiatan perlombaan dengan tujuan untuk memasyarakatkan perilaku hidup sehat yang digelar pada Jumat (15/11/2019).

Melalui kegiatan itu diharapkan dapat memberi semangat kepada masyarakat dalam membiasakan hidup sehat dengan berbagai indikatornya.

Wakil Ketua HKN ke-55 DIY Endang Pamungkasiwi menjelaskan kegiatan lomba itu merupakan rangkaian Hari Kesehatan Nasional yang ke-55 di 2019 dengan tema Generasi Unggul Indonesia Sehat. Kegiatan ini sudah diawali sejak Oktober dengan kegiatan seperti seminar, bakti sosial melakukan dropping air pada sejumlah wilayah terdampak kekeringan di DIY hingga pertunjukan wayang kulit.

Berbagai masalah kesehatan dibahas dan berupaya dicarikan solusinya dalam berbagai pertemuan ilmiah HKN 2019. “Kami juga menggelar seminar tentang adaptasi dan mitigasi antisipasi perubahan iklim terhadap masalah kesehatan. Saat hari HKN pada 12 November juga digelar upacara di Lapangan Rumah Soetarto DKT di Kota Jogja,” kata dia di sela-sela kegiatan perlombaan Jumat.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinkes DIY ini mengatakan khusus pada Jumat  merupakan gelaran berbagai perlombaan dalam rangka HKN 2019. Lomba ini lebih diarahkan pada berbagai indikator pola hidup sehat.

Tujuan lomba tersebut adalah untuk memasyarakatkan perilaku hidup sehat dengan germas atau gerakan masyarakat untuk hidup sehat. Dinasnya berupaya memberikan pemahaman kepada peserta lomba tentang berbagai indikator germas, seperti harus beraktivitas fisik setiap hariny, dan berusaha makan dengan makanan sayur dan buah-buahan. “Tujuan lomba ini untuk lebih membumikan perilaku hidup sehat, seperti berolahraga, makan makanan mengandung sayur dan buah, sampai pada upaya untuk membiasakan pemeriksaan kesehatan secara rutin,” katanya.

Lomba tersebut terdiri atas lomba senam peregangan yang diikuti oleh 15 organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemda DIY. Kemudian lomba menghias tumpeng nasi kuning yang diikuti 10 beberapa mitra kerja Dineks DIY, seperti RS Harjo Lukito, RS Grhasia, Balai Besar POM DIY dan sejumlah instansi lainya.

Dia mengatakan selain itu ada lomba membuat bekal sekolah juga diikuti sebanyak 10 instansi kesehatan. Lomba bekal ini diharapkan dapat memotivasi para orangtua untuk selalu membawakan bekal kepada anaknya untuk dimakan di sekolah sehingga tidak jajan sembarangan. “Ini tadi menjadi contoh-contoh bekal sekolah yang bisa dibawa anak sekolah,” ujarnya.

Untuk menggandeng kalangan milenial, pihaknya juga menggelar lomba flashmob yang diikuti pelajar SMA dari berbagai sekolah di DIY serta gerakan pramuka dari unsur kesehatan. Pelajar juga diharapkan bisa termotivasi untuk membiasakan diri berperilaku hidup sehat.

“Kami berharap germas ini bisa terus membudaya di tengah masyarakat Jogja. Peserta yang mengikuti sekitar 300 orang dari berbagai instansi dan sekolah dalam hal ini SMA di mana mereka sangat antusias dengan kegiatan ini,” kata dia.

Dia menambahkan rencananya kegiatan HKN 2019 ini akan ditutup dengan dialog antara Gubernur DIY dengan masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Gajah Wong pada 22 November 2019 mendatang. Dialog tersebut diharapkan bisa untuk saling memberi masukan dalam rangka pembangunan kesehatan di wilayah DIY.