Profil Gus Rozin Bangun BPRS untuk UMKM di Sekitar Pesantren
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Pasokan sampah tertahan di bak truk dan menumpuk hingga hampir menyentuh langit-langit di Depo Mandala Krida, Jumat (18/12/2020). /Harian Jogja-Hery Setiawan
Harianjogja.com, JOGJA— Tempat Pembuangan Sampah Terpadu [TPST] Piyunga kembali ditutup oleh warga setempat. Akibatnya, sampah yang ada di sejumlah wilayah tak bisa diangkut dan menumpuk di depo.
Informasi tentang penutupan itu dikonfirmasi langsung oleh Ketua Paguyuban Mardika (komunitas masyarakat pemulung TPST Piyungan).
“TPST Piyungan ditutup mulai pukul 07.00 pagi tadi,” katanya saat dihubungi Harianjogja.com, melalui sambungan telepon, Jumat (18/12/2020).
Kata Maryono, warga lagi-lagi melakukan aksi tersebut lantaran keluhan atas permasalahan TPST Piyungan tak segera dicarikan solusinya oleh pemerintah. Aktivitas bongkar muat yang dilakukan di bahu jalan mengganggu aktivitas warga. Ketika ditanya sampai kapan penutupan itu, Maryono belum dapat memastikan waktunya.
Baca juga: Libur Akhir Tahun, Ini Aturan Perjalanan Naik Kereta Api ke Jogja & Solo
Aksi penutupan itu langsung memberikan efek terhadap depo-depo sampah. Menurut pantauan Harian Jogja, depo sampah di Kota Jogja juga ikut tutup. Tak ada aktivitas pengangkutan untuk sementara waktu.
Salah satu supir truk sampah di Depo Mandala Krida bernama Bibit membenarkan. “Kalau TPST tutup, kami gak bisa buang,” katanya.
Penutupan TPST Piyungan mengakibatkan depo tak bisa beroperasi. Truk-truk mangkrak dengan bak terisi sampah yang tertahan dan menggunung hingga hampir menyentuh atap.
Bibit melanjutkan, penutupan depo sampah tak hanya berlaku di Kota Jogja. Depo sampah di Sleman dan Bantul pun juga demikian. Depo sampah tak menerima pasokan, baik dari warga maupun dari penarik gerobak. Ia pun meminta kepada warga untuk menahan sampahnya di rumah untuk sementara waktu.
“Belum tahu kapan depo dibuka,” tambahnya.
Baca juga: Ditemukan 44 Kasus Penularan Covid-19 di Pesawat, MTI: Angkanya Sangat Sedikit
Terpisah, Kasi Pengumpulan dan Pengangkutan Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY Jito mengungkapkan akar permasalahan sampah hingga berujung aksi penutupan oleh warga terjadi lantaran TPST Piyungan sudah kelebihan kapasitas.
Lanjut Jito, dermaga bongkar muat yang dahulu ada dua, kini hanya tersisa satu. “Sekarang yang satu sudah ditutup karena dibangun bronjong oleh Cipta karya,” kata saat dihubungi Harianjogja.com, Jumat (18/12/2020).
Solusi yang bisa dia lakukan untuk sementara waktu yakni dengan mengurug sampah guna memberikan jalan masuk bagi truk menuju ke tengah tempat pembuangan. Selain itu, jajarannya juga tengah berusaha memperbaiki jalan di lokasi. Hanya saja, prosesnya tak bisa cepat lantaran terkendala curah hujan yang tinggi.
Jito menganggap pemerintah tak bisa sendirian mengatasi masalah sampah, khususnya TPST Piyungan yang telah kelebihan kapasitas. Warga juga punya peran dengan cara mengurangi produksi sampah. Minimal sejak tahap keluarga. Jikapun terpaksa membuang, sampah mesti dipilah terlebih dahulu. Hanya residu saja yang semestinya diangkut menuju tempat pembuangan.
“Untuk mengurangi sampah itu jadi kewajiban masyarakat. Kuncinya itu mengurangi, mengurangi dan mengurangi. Setelah itu mengelola dengan cara memanfaatkan yang masih bisa dimanfaatkan. Harapannya, yang tak bisa diolah lagi itu baru bisa dibuang. Sehingga, beban kami tidak terlalu berat,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Ribuan warga mengikuti senam bersama di Alun-Alun Selatan Yogyakarta, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Festival Mustika Rasa 2026
Disertasi Abdul Kadir Bubu di FH UII menyoroti ketimpangan relasi rakyat dan DPR serta menawarkan rekonstruksi kedaulatan rakyat.
Telat ganti oli mobil bisa memicu kerusakan mesin, performa turun, overheating, BBM boros, hingga biaya perbaikan membengkak
Menkomdigi Meutya Hafid menerbitkan SE Nomor 4/2026. Operator seluler wajib melindungi sisa kuota dan memberi pilihan layanan kepada pelanggan
Banjir bandang Nepal menewaskan 616 orang, 2.301 terluka dan 2.500 masih hilang. Tim penyelamat terus mencari korban di perbatasan China