Alumni Santri Krapyak Perkuat Sinergi Ekonomi Lewat Ngobrol Bisnis
Kegiatan ini berangkat dari prinsip hayatul islam bil ilmi wa bil mal (hidupnya Islam itu dengan ilmu dan harta)
Ilustrasi Natal. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL-Wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Taman Puspa Gading, Tegaldowo, Bantul, pada liburan Natal ini justru menurun drastis. Wisatawan yang datang pada Jumat (25/12/2020) pagi hanya ada seratusan orang.
“Padahal biasanya kalau hari libur atau tanggal merah wisatawan melimpah, bisa sampai ribuan terutama di pagi dan sore hari. Tapi tidak tahu, pagi ini kok masih sepi,” kata Ketua Desa Wisata Taman Puspa Gading, Sugiran, Jumat (25/12/2020).
Sugiran belum tahu pasti penyebab sepinya pengunjung. Namun dia menduga kunjungan wisatawan tidak banyak karena terpengaruh dengan adanya surat edaran dari Pemerintah Kabupaten Bantul terkait keharusan wisatawan membawa surat rapid tes atau tes antigen. Selain itu kemungkinan karena akhir bulan, “Bisa juga karena sebagian umat kristiani masih ibadah,” ucap Sugiran.
Meski kunjungan terbilang sepi, namun sejumlah wahana dan warung makan tetap buka seperti biasa. Pihaknya berkomitmen untuk tetap melayani wisatawan meskipun tidak banyak pengunjung. Kawasan wisata dengan memanfaatkan pemandangan sawah, tanaman dan jembatan gantung, baru diresmikan beberapa bulan lalu.
BACA JUGA: Covid-19 di Jogja Makin Meroket, Pemda DIY Perpanjang Status Tanggap Darurat
Pada libur akhir pekan dan libur tanggal merah, Taman Puspa Gading banyak dikunjungi wisatawan terutama para pesepeda dan keluarga. Terdapat beberapa wahana permainan anak di lokasi tersebut. Ada juga lima kolam renang untuk anak dan dewasa. “Hari Minggu lalu itu banyak yang datang, bisa ribuan itu. Tempat parkir sampai meluber ke jalan,” kata Sugiran.
Sepinya pengunjung dimanfaatkan pengelola Taman Puspa Gading untuk menata taman dan gubuk. Bahkan dalam waktu dekat ini, kata Sugiran, Taman Puspa Gading akan dilengkapi dengan panggung hiburan untuk menampilkan berbagai kesenian lokal agar semakin menjadi daya tarik wisatawan. Bahkan pihaknya juga tengah mempersiapkan wisata malam dengan menambah kafe dan beberapa gubuk yang bisa digunakan untuk kemah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kegiatan ini berangkat dari prinsip hayatul islam bil ilmi wa bil mal (hidupnya Islam itu dengan ilmu dan harta)
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.
Film Indonesia berlatar Jogja raih penghargaan di Cannes 2026. Kisah identitas ‘Yanto’ memikat penonton dunia.
Pantai Glagah jadi motor lonjakan PAD pariwisata Kulonprogo 2026. Kunjungan wisatawan ikut meningkat tajam.
UPN Jogja nonaktifkan dosen terduga pelaku kekerasan seksual. Kasus ditangani Satgas, korban dilindungi.
KPPN Wonosari ajak pemangku kepentingan tolak gratifikasi. Ini batasan yang masih diperbolehkan menurut aturan.