Tol Jogja-Solo Seksi 2 Sleman: Pemasangan Girder dan Ramp Off Dikebut
Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2 Sleman terus dikebut. Pemasangan girder di Ring Road Utara ditarget selesai Juni 2026, termasuk pembangunan ramp off.
Kawsan Titik Nol Kilometer dipenuhi wisatawan beberapa waktu lalu/Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA--Wakil Wali Kota Jogja sekaligus Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi tidak sepakat me-lockdown alias mengunci kawasan Titik Nol dan Tugu Jogja pada malam tahun baru.
Usulan mengunci dua kawasan tersebut sebelumnya disampaikan DPRD Kota Jogja guna menghindari kerumunan dan mencegah penularan Covid-19 yang kini tengah meroket di DIY.
Menurut Heroe, penutupan tersebut tidak sesuai dengan Instruksi Gubernur (Ingub) No. 7/2020 tentang Penegakan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19 pada saat libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Heroe berpandangan jika penutupan satu lokasi hanya akan memindahkan titik kerumunan ke lokasi lainnya. Usulan pansus DPRD menurut Heroe akan dikaji kembali terutama soal pembatasan jam malam atau lockdown.
BACA JUGA: 82 Saksi Terkait Kasus Polisi Tembak Mati Laskar FPI
"Sampai saat ini kami tetap mengambil keputusan tetap dibuka sampai malam tahun baru pun dibuka. Mengapa itu kita lakukan, karena jika kita lalukan penutupan akses artinya ini kan seperti balon, ketika satunya ditutup yang lainnya pasti menggelembung. Makanya kenapa kita membuat aksesnya dibuka itu supaya tidak ada kerumunan. Karena kalau ada yang ditutup pasti ada yang berkerumun di tempat lain," tutur Heroe, Senin (28/12/2020).
Terkait membeludaknya wisatawan Malioboro, Heroe tetap akan menggunakan metode yang sama yakni menurunkan seluruh petugas yang ada di kawasan tersebut. Dengan catatan jika telah memenuhi kapasitas zona, petugas akan menyetop wisatawan yang hendak masuk. Heroe belum bisa menyebutkan data kunjungan wisatawan yang mengsisi Kode QR di kawasan Malioboro.
Ketua Pansus Pengawasan Pelaksanaan Penanganan Covid-19 DPRD Kota Jogja, Antonius Fokki Ardiyanto mengaku punya dalih jelas kenapa lockdown kudu diberlakukan. Intensitas kerumunan di dua lokasi tersebut membuat pihaknya mengusulkan kawasan Tugu sampai Titik Nol diterapkan pembatasan jam malam.
"Seperti sudah dipahami bersama bahwa setiap tahun baru itu pusat keramaian itu ada di sepanjang Tugu dan Titik Nol. Itu kan potensi [kerumunan] di depan mata. Itu bisa menjadi klaster Covid-19 yang itu sangat-sangat banyak dan mungkin kalau itu terjadi maka itu akan sangat sulit ditracing," tegas Fokki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2 Sleman terus dikebut. Pemasangan girder di Ring Road Utara ditarget selesai Juni 2026, termasuk pembangunan ramp off.
Pemda DIY siapkan satgas khusus atasi kejahatan jalanan. Libatkan polisi, TNI, BIN hingga BNN.
Kebakaran berulang terjadi di rumah pemotongan ayam di wilayah Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, dalam dua hari terakhir.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2. Dirut Ginda Ferachtriawan minta maaf dan siapkan restrukturisasi besar demi kebangkitan tim.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul berlangsung ekstrem. Andy juara tipis, kelas junior justru catat waktu tercepat.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada. Diduga peninggalan Mataram Kuno abad 8-9, kini diteliti Disdikbud.