Bocah Hilang Terseret Ombak di Bantul, SAR Lanjutkan Pencarian Besok
Anak 8 tahun terseret ombak di Pantai Gua Cemara Bantul. Tim SAR lanjutkan pencarian esok hari.
Petugas sedang membuat peta pengukuran area terdampak pembangunan jalan tol di Kadirejo II Purwomartani, Selasa (18/8/2020).-Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN- Usai terbitnya Izin Penetapan Lokasi (IPL) pembangunan jalan Tol Jogja-Bawen akhir Desember lalu, Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PBJH) Semarang-Jogja bersiap untuk melakukan tahap pemasangan patok di lokasi lahan terdampak.
Ketua Tim Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PBJH) Semarang-Jogja Heru Budi Prasetyo mengatakan proses pematokan lahan terdampak akan dimulai pada pekan ketiga Januari 2021. Hanya saja untuk tanggal dan lokasinya masih belum ditentukan.
"Ini masih mencari lokasi seremonial pemasangan patok direncanakan minggu ketiga bulan ini,"kata Heru kepada Harianjogja.com, Selasa (5/1/2021).
Baca juga: Anggaran Tersedot Wabah, Pembangunan Jalur Wisata Kepek-Pantai Ngobaran Molor
Menurut Heru, trase yang ditetapkan dalam IPL yang diterbitkan tidak mengalami perubahan seperti yang sudah sosialisasikan kepada warga terdampak selama kegiatan konsultasi publik. Ia juga memastikan, tahap pematokan sendiri akan dimulai dari Jogja hingga ke Bawen. "Kami berharap warga persiapkan mental dan sabar menjalani setiap tahapan. Dan jangan khawatir insyaallah penggantiannya tidak merugikan warga terdampak," kata Heru.
Sekadar diketahui, berdasarkan data IPL Jogja-Bawen, luas lahan terdampak untuk wilayah DIY sekitar 496,209 meter persegi. Lahan terdampak berada di kalurahan Banyurejo, Tambakrejo dan Sumberejo Kapanewon Tempel. Sementara di Kapanewon Seyegan, lahan terdampak berada di kalurahan Margokaton, Margodadi dan Margomulyo sementara di Kapanewon Mlati hanya melewati Kalurahan Tirtoadi.
Baca juga: Cetak Sawah Baru, Pemkab Kulonprogo Sasar Lahan 50 Hektare
Sebelumnya tercatat jumlah bidang lahan terdampak hanya 915 bidang. Namun Heru menjelaskan ada kemungkinan jumlah bidang bertambah namun demikian penambahan jumlah bidang terdampak tersebut tidak akan menambah luas lahan yang dibutuhkan. "Sebelum diukur dan diricik belum diketahui perubahan bidang dan dimungkinkan bertambah tapi luasan tetap. Bertambah karena biasa turun waris dan lainnya,"kata Heru.
Kepala Dispertaru DIY, Krido Suprayitno, menuturkan panjang tol Jogja-Bawen yang masuk wilayah DIY 8,5 Kilometer dengan luas lahan yang dibebaskan sekitar 49,65 hektare dengan luas bidang terdampak 915 bidang dan warga terdampak 952 warga. Lokasi tol melewati 28 dusun, tujuh desa, tiga kecamatan. Tol ini akan mempengaruhi fungsi jalan kabupaten, jalan desa dan jalan lingkungan, dengan satu exit tol dan simpang susun berada di Desa banyurejo, Kapanewon Tempel.
"Sekitar 78 persen jalan tol dalam posisi elevated dan sejumlah titik saja yang at grade. Sebagian besar tol akan melintasi selokan mataram tetapi tol tidak akan mengganggu fungsi selokan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anak 8 tahun terseret ombak di Pantai Gua Cemara Bantul. Tim SAR lanjutkan pencarian esok hari.
Ketua Banggar DPR memastikan Transfer ke Daerah (TKD) 2027 tidak turun dan berpotensi melampaui alokasi Rp649 triliun pada 2026.
Erick Thohir menjelaskan alasan Oxford United absen di Piala Presiden 2026. Turnamen kini diikuti delapan tim, termasuk tiga klub luar negeri.
Gerbang Tol Trihanggo Tol Jogja-Solo mulai dibangun. Desainnya mengusung siluet Situs Kraton Ratu Boko dan ornamen Aksara Jawa.
MORAZEN Yogyakarta sukses menyelenggarakan Run For Fun 2026 pada Minggu (5/7/2026) di area Parkiran Barat MORAZEN Yogyakarta
UEFA mengecam keputusan FIFA mencabut sanksi kartu merah Folarin Balogun dan menilai langkah itu mengancam integritas Piala Dunia 2026.