Modus Tukar Uang, 2 WNA Gasak Rp4,2 Juta di Gunungkidul
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Salah seorang pengendara motor sedang melintas di ruas jalan Kepek-Ngobaran tepatnya di wilayah Kalurahan Kepek, Saptosari, Gunungkidul, beberapa waktu lalu. Gara-gara pandemi corona, penyelesaian jalur ini molor dari yang ditargetkan./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul memastikan pembangunan jalur wisata Kepek-Ngobaran di Kapanewon Saptosari tidak bisa selesai sesuai rencana. Sebab, anggaran pemerintah cekak.
Jalur ini ditargetkan selesai di akhir 2020. Pemkab Gunungkidul pun telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp35 miliar untuk menyelesaikan jalur kurang lebih 3,5 kilometer menuju Pantai Ngobaran, Kanigoro, Saptosari. Meski demikian, adanya pandemic corona berdampak pada rencana pembangunan karena adanya pemotongan dana alokasi khusus serta refocusing anggaran untuk penanganan wabah sehingga realisasi pembangunan tidak dapat terlaksana.
BACA JUGA: Rizieq Shihab Tak Hadir di Sidang Praperadilan, Ini Alasannya
Kepala Seksi Pemeliharaan, Bidang Bina Marga, DPUPRKP Gunungkidul, Wadiyana mengatakan pembangunan jalur wisata Kepek-Ngobaran meleset dari target karena adanya pandemic corona. Tak hanya itu, sambung dia, upaya penyelesaian lebih molor karena di 2021, program tersebut tidak masuk dalam skala prioritas pembangunan milik pemkab.
“Kami sudah mengusulkan anggaran sekitar Rp11 miliar ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah [TPAD], tetapi usulan tersebut dicoret sehingga tahun ini tidak ada program lanjutan pembangunan Kepek-Ngobaran,” kata Yana, sapaan akrabnya kepada wartawan, Senin (4/1/2021).
Dia belum bisa memastikan kelanjutan pembangunan. Namun ia memperkirakan baru dilanjutkan lagi di 2020. “Kalau sekarang tidak mungkin karena memang tidak ada alokasi anggarannya,” ujarnya.
BACA JUGA: Teror Ular Kobra Berlanjut, 1 Induk Ditangkap, Satu Lolos ke Sungai
Kepala DPUPRKP Gunungkidul, Eddy Praptono, mengatakan jalur Kepek-Ngobaran memiliki panjang sekitar sembilan kilometer dan tinggal menyisakan ruas sepanjang 3,5 kilometer yang belum dikerjakan. Sebelum ada Corona, jalur tersebut ditarget selesai di akhir 2020. “Sudah disediakan Rp35 miliar yang merupakan gabungan dari DAU dan DAK, tapi batal terlaksana karena adanya pengurangan serta refocusing anggaran,” katanya.
Menurut Edy, saat ini lanjutan pembangunan juga belum bisa dipastikan karena meski hanya sepanjang 3,5 kilometer. “Belum ada anggarannya, jadi penyelesaian masih membutuhkan waktu lagi,” katanya.
Pembangunan jalur ini sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu. Pembuatan jalur baru dilakukan karena akses yang lama terlalu sempit sehingga tidak bisa digunakan melintas kendaraan bus besar. “Kalau dengan jalur yang telah dibangun, maka bus besar bisa sampai ke Pantai Ngobaran karena jalannya sudah representatif. Masih ada ruas sepanjang 3,5 kilometer yang belum terselesaikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menyelenggarakan SV Career Days UGM 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM mulai Kamis (21/5/2026)
Gapasdap mengungkap 7 kapal tenggelam di Gilimanuk diduga akibat truk ODOL. Pelanggaran muatan berlebih kini ancam keselamatan pelayaran.
JMS 2026 mempertemukan ratusan media lokal Jawa Tengah untuk menyusun strategi menghadapi disrupsi digital dan tantangan AI.