Jadwal DAMRI YIA ke Jogja Rabu 20 Mei, Tarif Rp80.000
Jadwal DAMRI YIA ke Jogja hari ini, tarif Rp80.000, rute lengkap menuju Sleman dan pusat kota.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Wakil Ketua DPRD DIY Suharwanta yang sudah masuk sebagai salah satu penerima vaksin Covid-19 pertama tidak hadir dalam Kick Off Vaksinasi yang digelar di Kompleks Kepatihan, Kamis (14/1/2021). Pimpinan DPRD DIY menyebut Suharwanta sakit.
Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana mengatakan Suharwanta tidak bisa hadir karena sakit seusai perjalanan.
BACA JUGA: Rekor Lagi, Positif Covid-19 Tambah 11.557 Orang dalam Sehari
“Jadi sama sekali tidak mangkir ya, karena Pak Harwanta sakit, habis perjalanan. Kami DPRD DIY menegaskan mendukung pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini,” katanya di DPRD DIY Kamis (14/1/2021).
Politikus PKS ini menambahkan sejak sepekan lalu DPRD DIY menyepakati Wakil Ketua DPRD DIY Suharwanta sebagai perwakilan untuk mendapatkan vaksin pertama karena dinilai telah memenuhi syarat dan segi usia dan lainnya. Data calon penerima vaksin kemudian dikirimkan ke pusat dan telah dikunci, sehingga tidak bisa digantikan oleh anggota DPRD DIY lainnya.
“Jadi siapa yang akan menerima vaksin, konfirmasinya dilakukan pekan lalu, dilaporkan ke Pusat, sudah dikunci, tidak bisa diganti. Misalnya saya langsung datang menggantikan, tidak bisa, sudah ditentukan sejak sepekan lalu. Pak Harwanta tidak hadir lalu saya menggantikan, tidak bisa. Karena memang yang datang harus yang sudah terdata,” ucapnya.
BACA JUGA: Diminta Suntik Vaksin di Istana Bareng Raffi Ahmad, Dokter Tirta Pilih di Sleman karena Alasan Ini
Ketua Fraksi PKB Aslam Ridlo memastikan di komisi maupun fraksi sama sekali tidak ada pembicaraan bahwa DPRD DIY menolak vaksinasi Covid-19. Semua anggota akan mengikuti program vaksinasi tersebut. “Kami mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan pemerintah pusat, mendukung vaksinasi,” katanya.
Aslam menilai belum adanya anggota DPRD DIY yang divaksin bisa diartikan sebagai simbol agar vaksin tersebut diberikan kepada pihak yang lebih memerlukan seperti tenaga kesehatan.
“Kami tidak ingin anggota DPRD, lalu harus didahulukan, tidak, kami tetap ingin memprioritaskan tenaga kesehatan, pelaku UMKM dan lainnya yang lebih membutuhkan. Sekali saya tegaskan tidak ada pembicaraan di DPRD DIY ini tidak mengikuti vaksinasi,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal DAMRI YIA ke Jogja hari ini, tarif Rp80.000, rute lengkap menuju Sleman dan pusat kota.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.
DPRD DIY memastikan tidak ada kebijakan pemutusan kerja terhadap tenaga pendidik non-aparatur sipil negara tersebut di Daerah Istimewa Yogyakarta