Diminta Suntik Vaksin di Istana Bareng Raffi Ahmad, Dokter Tirta Pilih di Sleman karena Alasan Ini

Dokter Tirta menjalani pemberian vaksin di Puskesmas Ngemplak II Sleman, Kamis (14/1/2021). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
14 Januari 2021 16:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Tirta Mandira Hudhi atau yang terkenal sebagai Dokter Tirta disuntik vaksin Sinovac di Puskesmas Ngemplak II di Widodomartani, Ngemplak, Sleman, pada Kamis (14/1/2021). Awalnya, Dokter Tirta diminta untuk ikut divaksin di Istana Merdeka, Jakarta. Akan tetapi, ia memilih divaksin di Sleman.

Dokter Tirta mengatakan sejak September tahun lalu sudah bersiap menerima vaksinasi Covid-19.

BACA JUGA: Hasil Investigasi Tewasnya 6 Laskar FPI Diserahkan kepada Jokowi

“Yang penting sudah terjamin uji klinis tahap ketiga oleh Biofarma dan BPOM dengan efikasi 65,3 persen. Kelebihan Sinovac adalah di aspek keamanannya. Untuk kejadian ikutan pasca imunisasi [KIPI atau efek samping] level 3-nya hanya di bawah satu persen. Jadi insyaallah Sinovac ini keamanannya Bagus,” ujar Dokter Tirta di Puskesmas Ngemplak II, Kamis.

Tirta Mandira Hudhi yang akrab disapa Cipeng ini mengungkapkan alasan kenapa dirinya memutuskan untuk disuntik vaksin di Puskesmas Ngemplak II, yakni karena puskesmas tersebut adalah tempat kerjanya sewaktu kuliah kedokteran di UGM.

Awalnya, ia sempat ditawari untuk disuntik vaksin di Istana Merdeka. Akan tetapi, dirinya ternyata juga menerima surat dari Kadinkes Sleman Joko Hastaryo untuk menerima vaksin Sinovac yang sudah mengantongi hasil uji klinis dari BPOM dan sertifikasi halal dari MUI di Sleman.

“Sempat diajukan bareng dengan Pak Jokowi, tapi akhirnya yang maju selain saya ada Mbak Nana (Najwa Shihab), tapi Mbak Nana juga engga bisa dan saya juga memilih di Sleman akhirnya yang maju cuma Raffi Ahmad sendirian,” ujar Tirta.

BACA JUGA: Polisi Selidiki Dugaan Pelanggaran Prokes oleh Raffi Ahmad

“Jadi, alangkah lebih elok kalau nakes-nakes yang anak muda itu di puskesmas disuntiknya agar menjadi sarana edukasi bagi masyarakat sekitar.”

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo mengatakan vaksinasi Covid-19 dilakukan terhadap tenaga kesehatan berbarengan dengan sejumlah tokoh publik di Puskesmas Ngemplak II.

“Hari ini langsung vaksinasi Covid-19 nakes di Sleman. Puskesmas Ngemplak II sudah. Di banyak rumah sakit banyak yang mengabari saya. Di Hermina, Panti Rini, sudah banyak yang melaksanakan vaksinasi. Puskesmas juga begitu.”

Joko mengatakan vaksinasi Covid-19 ditargetkan selesai lima hari untuk 12.380 orang. Fasilitas kesehatan yang disediakan 52 unit. Dalam satu hari, satu fasilitas kesehatan memberikan layanan vaksinasi Covid-19 sebanyak tiga sesi. Satu sesi diberikan kuota sebanyak 20.