Hindia Bawa Pulang Piala dari Jepang lewat Everything U Are
Musisi Indonesia, Hindia, raih Special Award di Music Awards Japan 2026 lewat lagu Everything U Are.
Petugas medis melakukan rapid tes antigen COVID-19 kepada calon penumpang Kereta Api (KA) di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin (21/12/2020). /ANTARA FOTO-Galih Pradipta
Harianjogja.com, BANTUL - Angka tren pasien positif baru di Bantul selama sepekan terakhir mengalami fluktuasi.
Namun, Pemerintah Kabupaten Bantul justru mengklaim jika terjadi penurunan tren pasien positif Covid-19 di Bantul sepekan terakhir, saat diterapkan kebijakan pembatasan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM) mulai 11 Januari lalu.
“Mulai ada tampak penurunan. Mudah-mudahan penurunan ini terus berlanjut, tidak hanya sesaat. Klo dampak PTKM sejatinya baru bisa dilihat dua pekan lagi,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budiraharja, Rabu (20/1/2021).
Untuk data penurunan, Juru Bicara Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santosa menambahkan, pihaknya memerkirakan mencapai 10 persen. Oki-panggilan akrab Sri Wahyu Joko Santoso juga tidak bisa memastikan apakah kebijakan PTKM memberi dampak signifikan terhadap penurunan angka Covid-19 di Bantul.
Baca juga: Ingin Dapat BLT PKH Graduasi Rp3,5 Juta, Ini Syaratnya
“Estimasi masih sekitar 10 persen penurunan. Namun demikian, hal ini belum bisa dipastikan [efek PTKM], karena penurunan ini kan juga efek dari dua pekan lalu,” kata Oki.
Kendati demikian, Agus meyakini jika penerapan pembatasan dan protokol kesehatan yang ketat berdampak terhadap penurunan angka pasien positif Covid di Bantul.
Agus sendiri belum bisa mematikan apakah kebijakan PTKM akan diperpanjang. Sebab, kebijakan memperpanjang atau tidak ada di Pemda DIY. Pemkab Bantul sejauh ini terus melakukan evaluasi, apakah nantinya perlu memberikan rekomendasi ke Pemda DIY untuk memperpanjang PTKM.
“Nanti tren kasus menurun. Zonasi lebih baik, tapi jika tren kasus naik dan zonasi tidak membaik, kami akan lakukan evaluasi,” jelas Agus.
Sementara berdasarkan data di Gugus Tugas Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 Bantul, justru menunjukkan data yang fluktuatif.
Baca juga: Jogja Butuh Lebih Banyak Pendonor Plasma Konvalesen untuk Pasien Covid-19
Jika pada Selasa (12/1/2021) ada 110 kasus baru, naik menjadi 112 kasus baru pada Rabu (13/1/2021). Kamis (14/1/2021) ada penambahan kasus baru sebanyak 182 kasus. Jumlah itu turun menjadi 106 kasus baru pada Jumat (15/1/2021), menjadi 52 kasus baru pada Sabtu (16/1/2021), turun menjadi 49 kasus baru pada Minggu (17/1/2021).
Sementara mulai Senin (18/1/2021) jumlah kasus baru mulai meningkat menjadi 67 kasus, dan Selasa (19/1/2021) menjadi 88 kasus baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Musisi Indonesia, Hindia, raih Special Award di Music Awards Japan 2026 lewat lagu Everything U Are.
Pemkot Jogja mempercepat penataan kabel fiber optik melalui sistem ducting untuk mengurangi sampah visual dan mempercantik wajah kota wisata.
Kejagung menyerahkan PNBP hasil pemulihan aset senilai Rp1,029 triliun ke Kemenkeu, termasuk aset dan uang milik terpidana Eddy Tansil.
Chapter Jogja 2026 kembali hadir di JNM dan SD Tumbuh pada 19-23 Juni dengan konsep Unique Art Fair yang memperkuat ekosistem seni rupa Yogyakarta.
Wayang Gedhog langka akan dipentaskan di Keraton Jogja saat 1 Sura 2026. Lakon Jaya Berdangga sarat pesan perjuangan, kesetiaan, dan refleksi diri.
Kementerian PU mempercepat preservasi Jalan Pantura Kudus-Pati-Rembang. Progres proyek Lingkar Juwana-Pati sudah 85 persen dan ditarget selesai Juni 2026.