Persijap vs Borneo FC: Duel Dua Tim Pemburu Poin Pertama
Persijap Jepara vs Borneo FC pada pekan kedua Super League 2026/27. Simak kondisi kedua tim dan prediksi pertandingannya.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, BANTUL - Pemkab Bantul terus berupaya mengatasi keterbatasan selter di wilayahnya. Salah satunya adalah dengan melibatkan pihak swasta, dalam hal ini perusahaan di Bumi Projotamansari untuk menyediakan selter bagi karyawan yang terinfeksi Covid-19.
Sekda Bantul Helmi Jamharis mengatakan, pihaknya telah meminta kepada perusahaan yang ada di wilayahnya untuk menyediakan selter bagi karyawannya.
Hal ini dilakukan sebagai antisipasi jika selter yang dikelola oleh Pemkab Bantul penuh dan tidak mampu menampung pasien positif Covid-19.
BACA JUGA : Sejumlah Selter Covid-19 di Bantul Penuh, Pemkab Minta
“Tidak harus seperti rumah sakit. Cukup berupa bangunan terpisah yang memiliki fasilitas mck, tempat tidur, dan bersih,” katanya, Kamis (21/1/2021).
Sementara Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul, Istirul Widilastuti menyatakan telah berkomunikasi dengan perusahaan yang ada di wilayahnya terkait adanya instruksi untuk menyediakan selter.
“Kami ingin ada tindak lanjut dari perusahaan. Selain itu, kami berharap perusahaan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 setempat. Untuk bentuk dan fasilitas tentu disesuikan dengan kemampuan perusahaan,” ucap Istirul.
BACA JUGA : Bantul Bakal Buka Lagi Shelter Covid-19 di Tiap Desa
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Persijap Jepara vs Borneo FC pada pekan kedua Super League 2026/27. Simak kondisi kedua tim dan prediksi pertandingannya.
Wisata edukasi Madukismo mengajak pengunjung naik kereta lawas menyusuri pabrik dan melihat proses tebu hingga menjadi kristal gula.
Sebanyak 17.800 personel gabungan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya dan Pemprov DKI mengamankan laga Persija vs Persib di GBK.
Abujapi DIY menyiapkan 21 asesor untuk menguji kompetensi sekitar 14.000 Satpam demi memperkuat keamanan pariwisata dan investasi.
Pemerintah Kabupaten Klaten mengalokasikan anggaran melalui APBD Perubahan 2026 untuk sejumlah program prioritas. Salah satunya penanganan sampah di TPA
Sebanyak 35 provinsi diberi ruang untuk membawa dan menawarkan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masing-masing dalam pameran