Sejumlah Selter Covid-19 di Bantul Penuh, Pemkab Minta Selter Kalurahan Diaktifkan

Bagian dalam bangunan eks Puskesmas Bambanglipuro, Bantul. - Istimewa/Pemkab Bantul
17 Januari 2021 13:37 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul, Helmi Jamharis meminta kepada pemerintah kalurahan di Bantul kembali mengaktifkan selter kalurahan karena sejumlah selter telah penuh menampung pasien Covid-19.

Ia menyebutkan jika selter bekas RS Patmasuri mulai dibuka Jumat (15/1/2021) siang dan sudah terisi. “Tapi jumlahnya berapa saya belum tahu,” katanya, Minggu (17/1/2021).

Helmi menilai keberadaan selter eks RS Patmasuri adalah upaya untuk menambah tempat isolasi pasien konfirmasi positif Covid-19 oleh Pemkab Bantul. Sebab, saat ini sejumlah selter lainnya, seperti Semail Bambanglipuro, di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Yogyakarta , dan Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 Bambanglipuro penuh.

Baca juga: Epidemiolog: Kasus Harian Covid-19 Nasional Tembus 50.000

Sejumlah usaha pun telah dilakukan oleh Pemkab Bantul, di antaranya dengan meminta kepada pemerintah kalurahan di Bantul kembali mengaktifkan selter kalurahan.

Panewu Banguntapan, Fauzan Mu’arifin menyatakan saat ini selter kalurahan di wilayahnya telah siap menampung pasien Covid-19. Di Kapanewon Banguntapan sendiri saat ini ada empat kalurahan yang telah menyiapkan selter di tingkat kalurahan, yakni Tamanan dengan 8 tempat tidur, Singosaren dengan 6 tempat tidur, Jambidan dengan 6 tempat tidur, dan Potorono dengan 8 tempat tidur.

“Sampai siang ini, baru Tamanan yang terisi dua orang. Karena ini selter kalurahan, maka yang kelola kalurahan dan untuk warga kalurahan sendiri. Sejak awal, fungsi selter ini hanyalah untuk memfasilitasi pasien yang tidak punya kamar isolasi di rumahnya. Dan saat ini ada 15 orang di tempat kami yang memilih isolasi mandiri di rumah,” ucapnya.