Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Sleman Janji Perkuat Layanan
BPJS Ketenagakerjaan Sleman memperingati Harpelnas 2026 dengan komitmen memperkuat pelayanan, memperluas perlindungan dan memberdayakan pekerja.
Ilustrasi vaksinasi Covid-19./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, SLEMAN- Proses vaksinasi Covid-19 putaran pertama untuk SDM Kesehatan di Sleman terus berjalan. Hingga kini lebih dari 3.000 SDM Kesehatan di Sleman yang menerima vaksin.
Kepala Dinas Kesehatan Joko Hastaryo menjelaskan pemberian vaksin Covid-19 dilakukan dua kali. Setelah pemberian vaksin pertama, penerima vaksin akan menerima kembali vaksinasi minimal dua minggu setelah. Jika dihitung pemberian vaksina pertama sejak 14 Januari lalu, maka pemerian vaksin kedua digelar pada 28 Januari atau 14 hari setelah vaksin pertama diberikan. "Namun sampai saat ini, kami belum menerima jatah vaksin untuk putaran kedua," kata Joko, Kamis (21/1/2021).
BACA JUGA: Waspada! 108 Kabupaten dan Kota Masuk Zona Merah Covid-19
Joko berharap jatah vaksin untuk putaran kedua paling tidak diterima Dinkes Sleman pada awal Februari mendatang. Alasannya, jika vaksinasi hanya diberikan satu kali maka perlindungan vaksin tidak akan optimal. Vaksinasi diberikan, kata Joko, bertujuan untuk menumbuhkan antibodi. "Kalau setelah dua minggu tidak disuntik lagi untuk booster, maka kemampuan antibodi yang sudah terbentuk akan menurun. Makanya dibutuhkan dua kali vaksin agar perlindungan bagi penerima vaksin bisa optimal," papar Joko.
Menurut Joko, pengadaan vaksin Covid-19 sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat. Vaksin tersebut didistribusikan kepada provinsi sebelum dikirim ke masing-masing kabupaten/kota. Putaran pertama, kata Joko, Pemda DIY baru menerima 26.800 dosis Sinovac.
Vaksin tersebut didistribusikan untuk wilayah Sleman dan Kota Jogja. Adapun tiga kabupaten lain yakni Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul masih menunggu arahan dari Kementerian Kesehatan. Dia berharap, penyaluran vaksin putaran kedua bisa sekaligus berbarengan dengan daerah lain.
"Saat ini memang belum semua SDM kesehatan di Sleman masuk dalam daftar penerima vaksin tahap pertama. Mereka yang tidak masuk putaran pertama akan dimasukkan ke penerima putaran kedua," ujar Joko.
Dinkes mengusulkan sekitar 14.000 nama kepada pemerintah pusat. Namun setelah dilakukan cleansing, sebagian nama tersisih dikarenakan tidak memenuhi syarat. Selain penyintas Covid-19, juga menderita komorbid atau usianya di atas 60 tahun. Bahkan ada yang belum memasukkan data ke Sistem Informasi SDM Kesehatan (SISDMK).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPJS Ketenagakerjaan Sleman memperingati Harpelnas 2026 dengan komitmen memperkuat pelayanan, memperluas perlindungan dan memberdayakan pekerja.
Persijap Jepara vs Borneo FC pada pekan kedua Super League 2026/27. Simak kondisi kedua tim dan prediksi pertandingannya.
DPRD Kulonprogo meminta hasil panen petani lokal diprioritaskan untuk memenuhi cadangan pangan daerah.
Muse kehilangan nama akun @muse di Instagram dan X setelah Meta memakai nama tersebut untuk agen AI baru. Bagaimana akun itu berpindah?
Veda Ega Pratama mengalami cedera punggung setelah crash, tetapi Honda Team Asia memastikan pembalap Indonesia itu siap tampil di Moto3 San Marino.
Timnas Basket Indonesia kalah 48-102 dari Korea Selatan pada penyisihan Pool A Asian Games 2026 di Aichi International Arena.