Gusti Prabu Kembali Pimpin PMI DIY, Ini Fokus 5 Tahun ke Depan
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Yogyakarta, Rudi Susanto.ist
Harianjogja.com, JOGJA — Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 menjadi momentum bagi BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Yogyakarta untuk memperkuat pelayanan sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi pekerja dan keluarganya.
Diperingati setiap 4 September, Harpelnas tahun ini mengusung tema “Proaktif Melayani, Memberdayakan Secara Berkelanjutan dan Menciptakan Nilai yang Melampaui Perlindungan.”
Tema tersebut menegaskan arah pelayanan BPJS Ketenagakerjaan yang tidak hanya berfokus pada perlindungan ketika pekerja menghadapi risiko, tetapi juga mendorong peserta agar dapat kembali produktif, mandiri dan meningkatkan kesejahteraan.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Yogyakarta, Rudi Susanto, mengatakan Harpelnas menjadi kesempatan untuk lebih dekat dengan peserta. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mendengarkan kebutuhan, pengalaman serta masukan peserta terkait layanan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Bagi kami, Harpelnas bukan hanya tentang memberikan pelayanan pada hari ini, tetapi juga bagaimana memastikan peserta mendapatkan manfaat yang lebih luas dari kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Rudi, Jumat (4/9/2026)
Menurutnya, BPJS Ketenagakerjaan ingin hadir tidak hanya ketika pekerja mengalami risiko, tetapi juga membantu penerima manfaat untuk kembali bangkit dan memiliki kemandirian.
Produk Penerima Manfaat PEKA Dipamerkan
Salah satu kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Harpelnas 2026 di BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta adalah display produk penerima manfaat Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA).
Produk yang ditampilkan merupakan hasil dari proses pemberdayaan penerima manfaat. Program tersebut diarahkan untuk membantu penerima manfaat agar dapat kembali produktif serta memiliki peluang untuk membangun kemandirian ekonomi.
Sebelumnya, penerima manfaat PEKA juga mendapatkan literasi keuangan. Materi tersebut menjadi bekal untuk mengelola usaha secara lebih baik, termasuk memisahkan keuangan rumah tangga dengan keuangan usaha serta menyusun pengelolaan keuangan agar bisnis dapat berkelanjutan.
“PEKA merupakan salah satu bentuk nyata bahwa perlindungan jaminan sosial tidak berhenti pada saat manfaat diberikan. Ada upaya untuk membantu penerima manfaat agar dapat bangkit, memiliki kemandirian, dan melanjutkan kehidupannya dengan lebih baik,” kata Rudi.
Ada Booth MLT Perumahan
Selain program PEKA, BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Yogyakarta menghadirkan booth Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan yang bekerja sama dengan Bank Jateng.
Melalui booth tersebut, peserta dapat memperoleh informasi mengenai manfaat layanan tambahan di bidang perumahan. Informasi diberikan secara langsung sehingga peserta dapat mengetahui fasilitas yang tersedia serta ketentuan yang harus dipenuhi untuk mengakses program tersebut.
Kehadiran MLT Perumahan menjadi salah satu upaya BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan manfaat yang semakin relevan dengan kebutuhan pekerja, termasuk dalam mendukung kebutuhan kepemilikan dan pembiayaan perumahan.
Tak Sekadar Perlindungan Pekerja
Rudi menegaskan pelayanan BPJS Ketenagakerjaan terus dikembangkan agar manfaat yang diterima peserta tidak berhenti pada perlindungan ketika risiko ketenagakerjaan terjadi.
Konsep tersebut sejalan dengan semangat Value Beyond Protection, yakni memberikan nilai lebih melalui pelayanan yang semakin mudah dan dekat, memperluas kepesertaan, serta menghadirkan program pemberdayaan dan manfaat tambahan.
“Kami ingin semakin memperkuat komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta. Kami juga terus mendorong agar manfaat kepesertaan dapat dirasakan secara lebih luas, baik melalui perlindungan jaminan sosial, program pemberdayaan seperti PEKA, maupun manfaat layanan tambahan seperti MLT Perumahan,” jelasnya.
Menurut Rudi, jaminan sosial ketenagakerjaan juga berperan penting dalam memberikan rasa aman bagi pekerja. Perlindungan tersebut diharapkan membuat pekerja dapat menjalankan aktivitas dengan lebih tenang, sementara keluarga memiliki jaring pengaman ketika risiko ketenagakerjaan terjadi.
“Selamat Hari Pelanggan Nasional 2026 kepada seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan. Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan. Kami akan terus berupaya hadir lebih dekat, memberikan pelayanan terbaik, memperluas perlindungan, dan menghadirkan manfaat yang dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan pekerja dan keluarganya,” pungkas Rudi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
Promo DAMRI YIA-Jogja Rp50.000 diperpanjang hingga September 2026. Simak titik layanan dan jadwal keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 5 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 5 September 2026 tersedia 5 perjalanan PP. Cek jam keberangkatan dan informasi lengkapnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 5 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap hingga tiba di Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 5 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun, tarif Rp8.000, dan cara pembayarannya.