Tiga Buah Lokal Jogja Diajukan untuk Sertifikasi Varietas
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Puluhan honorer K2 saat menyampaikan aspirasi di DPRD Bantul, Senin (17/9). /Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL--Pegawai honorer kategori dua (K2) yang lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mempertanyakan nasib mereka.
“Ini kemarin baca berita daerah lain sudah ada yang terima SK [Surat Keputusan pengangkatan] PPPK,” kata Ida Nursanti, salah satu honorer K2 yang lolos seleksi pada awal 2019 lalu, Minggu (24/1/2021).
Selain Ida Nursanti ada 176 pegawai honorer K2 lainnya yang lolos seleksi PPPK pada 2019. Awalnya mereka dijanjikan mendapat SK pada Mei 2019 namun hingga awal 2021 ini belum ada kejelasan
BACA JUGA : DPR Minta Pemerintah Buka Jalur P3K untuk Selesaikan
“Mudah-mudahan Bantul segera menyusul. Syukur-syukur sesuai dengan janji Pemerintah Januari 2021 ini bisa segera diterima,” kata Ida.
Kepala Sub Bidang Formasi dan Pengadaan Pegawai, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bantul, Jazari Hisyam mengatakan jawatannya masih menunggu nota pertimbangan Nomor Induk Pegawai (NIP) PPPK dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), “Semoga minggu ini selesai,” kata dia.
Sebelumnya Kepala BKPP Bantul, Sanu Suswaryanta mengatakan pegawai honorer yang lolos PPPK pada awal 2019 lalu itu akan mendapat SK PPPK pada awal tahun 2021. “Alhamdulillah nasib PPPK yang jauh hari enggak jelas nasibnya, sudah ada tahapan bagus,” kata Kepala BKPP Bantul, Danu Suswaryanta, akhir November 2020.
BACA JUGA : Hapus Stigma Sebagai Tukang Demo, Tenaga Honorer
Danu mengatakan tahapan bagus yang dimaksud adalah dasar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja, sudah keluar petunjuk dan teknisnya. Bahkan pihaknya sudah mendapatkan formasi untuk pejabat PPPK yang lolos seleksi pada awal 2019 lalu itu.
Formasi yang sebagian besar guru honorer kategori 2 (K2) tersebut formasinya sudah keluar sehingga pihaknya saat ini tengah mengurus pemberkasan calon PPPK yang lolos seleksi. Danu menjanjikan proses pemberkasan akan selesai di akhir tahun 2020.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.
DPRD DIY memastikan tidak ada kebijakan pemutusan kerja terhadap tenaga pendidik non-aparatur sipil negara tersebut di Daerah Istimewa Yogyakarta
Prabowo targetkan pembangunan 5.000 desa nelayan lengkap SPBU khusus, cold storage, dan fasilitas es batu hingga 2027.
BNNP DIY mengungkap modus sabu disembunyikan dalam speaker di Bantul. Seorang mahasiswa ditangkap bersama sabu dan tembakau sintetis
HUT ke-18 Harian Jogja, Transformasi dari Perusahaan Media Menuju Perusahaan Komunikasi Diperkuat