Peluang Kerja ke Jepang Terbuka, Pemkab Magelang Dorong SDM Lokal Naik Kelas
Jepang diproyeksikan membutuhkan 820.000 tenaga kerja dalam lima tahun. Pemkab Magelang mendorong SDM lokal meningkatkan kompetensi.
Para pengurus Forum Komunikasi Tenaga Honorer SK Gubernur DIY Kabupaten Bantul saat beraudiensi ke Harian Jogja, Rabu (15/1/2020). /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, JOGJA-- Setelah bertahun-tahun mengupayakan perbaikan nasib dengan berdemonstrasi, Tenaga Honorer K2 di Bantul akhirnya melakukan upaya lain untuk menggugah hati para pemangku kebijakan. Mereka menulis buku tentang suka duka selama bekerja.
Buku berjudul Mengabdi Tanpa Batas, Kumpulan Sharing Suka Duka Pegawai Honorer K2 itu telah diluncurkan pada 21 Desember 2019. Isinya terdiri 20 tulisan dari para tenaga honorer eks K2 Bantul. Mereka yang menulis bukan hanya yang bekerja sebagai guru tetapi juga tenaga administrasi.
Ketua Forum Komunikasi Tenaga Honorer SK Gubernur DIY Kabupaten Bantul, Simon Sudarman mengungkapkan buku tersebut berisi rangkuman suka dan duka para tenaga honorer selama bekerja. Kebanyakan dari mereka telah bekerja selama lebih dari 20 tahun namun tidak mendapatkan apresiasi yang sesuai harapan.
"Kami tidak ingin mengeluh, tapi kami ingin memberi inspirasi dan motivasi pada para tenaga honorer yang ada agar mereka tetap semangat bekerja," katanya, saat beraudiensi ke Harian Jogja, Rabu (15/1/2020).
Satu hal yang mereka perjuangkan namun sampai saat ini belum terpenuhi adalah pengakuan terhadap masa kerja. Dengan pengakuan masa kerja, mereka akan mendapatkan penghargaan seperti kenaikan golongan yang berlanjut pada kenaikan penghasilan.
Namun, saat ini masa kerja mereka tidak diakui. Semua tenaga honorer dianggap nol masa kerja sehingga penghasilan mereka tak pernah naik. Dampak lain, tenaga honorer baru digaji sama dengan tenaga honorer lama.
Adapun, ketika melamar kerja sebagai tenaga honorer, instansi memperhitungkan pengalaman kerja. "Ini kan aneh, saat melamar kerja, pengalaman diperhitungkan, namun setelah bekerja, penghasilan tidak memperhitungkan masa kerja," jelas Sudarman.
Pengurus lain, Ary Yunanto menambahkan pembuatan buku ini sekaligus untuk membuang isu yang banyak beredar bahwa tenaga honorer adalah tukang demo. "Memang dulu kami sering demo, berkali-kali dari tingkat kabupaten hingga ke Pusat di Jakarta. Kami ingin menunjukkan bahwa kami juga bisa menghasilkan karya. Kami melakukan upaya lain untuk menggugah hati para pemangku kepentingan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jepang diproyeksikan membutuhkan 820.000 tenaga kerja dalam lima tahun. Pemkab Magelang mendorong SDM lokal meningkatkan kompetensi.
Kim Kurniawan mencetak dua asis saat PSS Sleman menang 3-0 atas PSM Makassar. Ia mengungkap ucapan “sekarang giliranmu” kepada Matheus Fornazari.
Jorge Martin kembali memimpin klasemen MotoGP 2026 setelah finis ketiga di Mandalika. Ia unggul dua poin atas Marc Marquez dan menyoroti tekanan ban.
Mural pelajar Jogja dalam HUT ke-270 Kota Jogja mengangkat budaya, kebersihan sungai, dan persoalan sampah melalui karya penuh pesan.
Speedtest Global Index Agustus 2026 menempatkan Indonesia di peringkat ke-70 untuk internet mobile dan ke-113 untuk fixed broadband
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan peran pengawas sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran, mendampingi guru, dan menciptakan sekolah aman.