Keracunan MBG Meluas, 170 Pelajar Jombang-Nganjuk Terdampak
Sebanyak 170 pelajar di Jombang dan Nganjuk diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Penyebabnya masih diselidiki.
Hiruk pikuk pengunjung di Pasar Beringharjo pada Jumat (30/10/2020). /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA--Jumlah pengunjung ke Pasar Beringharjo Yogyakarta khususnya untuk pedagang batik dan suvenir turun signifikan selama pemberlakukan pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat yaitu turun hingga 70 persen.
“Jumlah pembeli berkurang cukup banyak karena memang segmen konsumen di Beringharjo Barat adalah wisatawan,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono di Yogyakarta, Rabu (27/1/2021).
Menurut dia, pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali sejak 11 Januari dan rencananya dilakukan hingga 8 Februari mengakibatkan jumlah wisatawan yang berkunjung pun turun.
“Karena wisatawan berkurang, maka pembeli di Beringharjo Barat pun otomatis menurun,” katanya.
Oleh karenanya, lanjut Yunianto, perlu dilakukan upaya lain untuk membantu pedagang, di antaranya mendorong pedagang untuk lebih optimal memanfaatkan pemasaran secara daring.
“Berbagai marketplace yang banyak tersedia dapat dimanfaatkan oleh pedagang untuk mendongkrak omzet penjualan,” katanya yang juga melakukan kajian untuk memberikan relaksasi kepada pedagang pasar yang terdampak PPKM.
Pada tahun lalu, Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta memberikan keringanan pembayaran retribusi untuk pedagang pasar karena terdampak pandemi COVID-19. “Untuk tahun ini, kami sedang kaji lagi. Bisa saja diwujudkan dalam bentuk lain,” katanya.
Selain Pasar Beringharjo sisi barat, Pasar Klithikan juga mengalami dampak yang cukup signifikan selama pemberlakuan PPKM. “Untuk pasar tradisional yang menjual bahan kebutuhan pokok, tidak mengalami dampak karena masyarakat tetap membutuhkan bahan kebutuhan pokok,” katanya.
Penurunan jumlah pengunjung selama PPKM, lanjut dia, tidak hanya terjadi di Beringharjo tetapi kondisi serupa terjadi di sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Yogyakarta meskipun Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta belum melakukan survei kuantitatif terkait penurunan jumlah pengunjung.
Secara kualitatif, lanjut dia, pengunjung juga mengalami penurunan hingga lebih dari 50 persen. “Biasanya, keramaian di pusat-pusat perbelanjaan ini terjadi pada malam hari, tetapi karena ada pembatasan jam operasional hingga maksimal pukul 19.00 WIB maka mempengaruhi jumlah pengunjung,” katanya.
Ia pun berharap, pembatasan jam operasional yang diperpanjang hingga pukul 20.00 WIB pada PPKM tahap dua, bisa sedikit membantu meningkatkan jumlah pengunjung.
Sebelumnya, Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta Agus Winarto mengatakan, terus melakukan patroli pemantauan untuk memastikan seluruh tempat usaha mematuhi aturan PPKM termasuk memastikan masyarakat menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
“Pelanggaran yang banyak terjadi adalah melanggar jam operasional. Biasanya usaha jasa makanan dan minuman. Kami berikan surat teguran bahkan peringatan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sebanyak 170 pelajar di Jombang dan Nganjuk diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Penyebabnya masih diselidiki.
iOS 27 rilis 14 September. Simak daftar iPhone yang mendapat update serta perangkat yang bisa menggunakan Siri AI.
Rupiah melemah 0,36% ke Rp17.611 per dolar AS pada Jumat (11/9/2026), menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di Asia.
Sebuah goresan yang lahir dalam pembukaan 1O1 Travel Sketch x Sketsa Nusantara pada 8–9 Agustus 2026 kini kembali kepada pemilik goresan tersebut.
Korean Air mulai Wi-Fi Starlink gratis 15 September 2026. Layanan awal tersedia di empat pesawat untuk rute jarak jauh.
Melalui platform ini, masyarakat dapat mengecek berbagai informasi perumahan, mulai dari nama perumahan dan pengembang, legalitas, fasilitas umum dan fasilitas