Hadapi Kekeringan, Pemkab Sleman Siapkan Anggaran dan Dropping Air
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
Ketua TP PKK Sleman Mila Harda Kiswaya memimpin Gempar di Pasar Denggung pada Rabu (22/4/2026)./Istimewa -- Disperindag Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN — Program GEMPAR Sleman digencarkan untuk mendorong UMKM dan menghidupkan kembali pasar tradisional melalui gerakan belanja bersama oleh ASN dan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Sleman mewajibkan seluruh perangkat daerah, ASN, hingga organisasi perempuan berpartisipasi aktif dalam Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR) yang berlangsung pada 22–30 April 2026.
Kebijakan ini ditegaskan melalui Surat Edaran Sekretaris Daerah Nomor: 0262/2026 tertanggal 20 April 2026 yang mengatur keterlibatan ASN dan non-ASN di lingkungan Pemkab Sleman. Program ini juga menggandeng berbagai organisasi perempuan untuk memperluas dampak ekonomi di pasar tradisional.
Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, Aris Herbandang, menjelaskan GEMPAR bertujuan meningkatkan aktivitas ekonomi sekaligus pendapatan pedagang pasar rakyat. Menurutnya, pasar tradisional perlu terus diperkuat sebagai pusat ekonomi kerakyatan.
"Melalui Gempar seluruh elemen masyarakat diajak untuk berperan aktif dalam menghidupkan kembali pasar rakyat sebagai pusat ekonomi kerakyatan yang berdaya saing," ujar Bandang dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/4/2026).
Momentum pelaksanaan GEMPAR juga bertepatan dengan peringatan Hari Kartini dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54. Dalam rangka itu, Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman bersama Disperindag menggandeng berbagai organisasi perempuan untuk terlibat langsung dalam kegiatan belanja di pasar tradisional.
Sejumlah organisasi perempuan yang ikut berpartisipasi antara lain Persit Kodim Sleman, Bhayangkari Polresta Sleman, Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Sleman, Dharmayukti Karini Sleman, serta Dharma Wanita Persatuan Kemenag dan Kementerian Haji Sleman. Kolaborasi ini diwujudkan melalui aksi belanja bersama di berbagai pasar rakyat di wilayah Sleman.
Ketua TP PKK Kabupaten Sleman, Mila Harda Kiswaya, menilai GEMPAR menjadi momentum strategis bagi perempuan untuk turut menggerakkan ekonomi daerah. Selain berdampak ekonomi, kegiatan ini juga menjadi sarana interaksi langsung antara organisasi perempuan dan para pedagang pasar yang mayoritas perempuan.
"Kami mengapresiasi respon positif dan partisipasi aktif dari organisasi-organisasi perempuan yang telah menyambut baik ajakan kami untuk mengikuti kegiatan Gempar Sleman," ujarnya.
Pemkab Sleman menargetkan GEMPAR mampu memperkuat daya saing UMKM sekaligus meningkatkan penggunaan produk dalam negeri. Melalui partisipasi kolektif, pasar tradisional diharapkan kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
"Meramaikan pasar rakyat berarti telah berkontribusi secara kolektif memperkuat kondisi ekonomi keluarga, utamanya perempuan-perempuan yang mengais rezeki dari aktivitas perdagangan di pasar tradisional," tukasnya.
Ketua TP PKK Sleman Mila Harda Kiswaya memimpin Gempar di Pasar Denggung pada Rabu (22/4/2026)./Istimewa -- Disperindag Sleman
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
Menhub Dudy Purwagandhi meninjau evakuasi KMP Putri Yasmin di Lombok. Satu penumpang meninggal dan 12 orang dirawat
Kajati DIY Sri Kuncoro menemui Wagub Paku Alam X untuk memperkuat sinergi dan siap mendampingi program Pemda DIY dalam aspek hukum.
Cristiano Ronaldo menyampaikan dukungan kepada Lionel Messi setelah ayahnya, Jorge Messi, meninggal dunia pada usia 68 tahun.
Prabowo mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI dan Aida Budiman sebagai Deputi Senior. DPR segera gelar fit and proper test.
Imigrasi menolak 9.394 paspor sepanjang Januari-Juli 2026 karena terindikasi TPPO dan pekerja migran ilegal.