Ahli Waris Pekerja Padat Karya Sleman Terima Santunan Rp74 Juta dari BPJamsostek
Ahli waris pekerja padat karya di Sleman menerima santunan JKM Rp74 juta. Capaian UCJ Sleman hingga Oktober 2026 mencapai 36,48%.
Foto ilustrasi. /Harian Jogja-Uli Febriarni
Harianjogja.com, SLEMAN- Hujan yang turun dengan intensitas sedang hingga tinggi di wilayah Prambanan menimbulkan bencana tanah longsor di Dusun Sendang Gayamharjo, pada Sabtu (30/1/2021) pagi. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan menjelaskan bencana tanah longsor terjadi sekitar pukul 05.00 WIB di RT 05 RW 02 Sendang, Gayamharjo, Prambanan. Penyebabnya, katanya, hujan deras yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan tebing di dusun tersebut longsor menimpa rumah warga.
Material longsor sepanjang 15 meter setinggi enam meter, kata Makwan menimpa bangunan utama dan dapur milik Suradi, 42, warga setempat. Sejumlah peralatan dapur ikut tertimpa material longsor, beberapa genteng pecah dan usuk dan reng patah atap rumah.
Baca juga: Rehabilitasi Hutan, Kementerian LHK Bakal Tanam 5.000 Bibit Mangrove di Papua
"Yang kena bagian dapur. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Penghuni rumah semuanya selamat. Penyebabnya hujan yang terjadi sehari sebelumnya," kata Makwan, Sabtu (30/1/2021).
Akibat longsor yang terjadi pada Sabtu (30/1/2021), kata Makwan, ada potensi ancaman susulan di lokasi tersebut. Ancaman longsoran susulan yang diprediksi seluas enam meter persegi (3x2 meter), disebabkan adanya rekahan 30 cm di bagian atas bukit. "Bila terjadi hujan bisa menyebabkan longsoran susulan. Dan di atas masih ada satu rumah warga yang rentan longsor," jelas Makwan.
Saat ini, katanya, tim TRC BPBD Sleman, Relawan Kebencanaan dari Komunitas relawan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Bandung Bondowoso Prambanan dan warga sekitar berupaya membersihkan material longsoran. "Selain pembersihan material longsoran juga dibutuhkan pemasangan bronjong karena setiap tahun di lokasi tersebut terjadi longsor.
Baca juga: Masjid Istiqlal Jadi Tempat Kaderisasi Calon Ulama, Pendidikannya Setara S-3
"Minggu ini dilakukan gotong-royong warga dengan membersihkan material dan pembuatan selokan," katanya.
Dijelaskan Makwan, beberapa titik di wilayah Gayamharjo dalam tiga tahun terakhir sering mengalami bencana longsor. Berdasarkan catatan Harian Jogja pada 17 Maret 2019 lalu, longsor terjadi di Dusun Magursari, Gayamharjo saat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Begitu juga peristiwa longsor yang terjadi pada 5 Maret 2020 di Dusun Punthuk RT 01/05 Gayamharjo yang juga menimpa rumah warga.
"Berdasarkan catatan kami memang setiap tahun terjadi longsor di Gayamharjo tiga tahun berturut-turut," katanya.
Makwan mengatakan karena curah hujan yang masih cukup tinggi, masyarakat diminta agar selalu waspada. Terutama bagi mereka yang tinggal di daerah perbukitan, diimbau tetap waspada dan sadar dengan potensi bencana tanah longsor. "Terutama di wilayah perbukitan Prambanan menjadi salah satu daerah yang harus sadar akan potensi bencana longsor," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ahli waris pekerja padat karya di Sleman menerima santunan JKM Rp74 juta. Capaian UCJ Sleman hingga Oktober 2026 mencapai 36,48%.
KPM mendesak pembentukan TPF independen untuk mengusut lima indikasi pelanggaran dalam peristiwa aksi Malioboro pada 28 Oktober 2026.
Pebalap MotoGP mengeluhkan aspal Sirkuit Sepang yang terkelupas. Serpihan batu bertebaran, grip ban menurun, dan lima kecelakaan terjadi.
AS Roma memburu kemenangan saat bertandang ke markas Udinese pada pekan ke-10 Serie A. Simak kondisi tim, perkiraan susunan pemain, dan prediksi laga.
Marc Marquez mengoleksi 374 poin setelah finis kedua di Sprint MotoGP Malaysia 2026. Ia kini unggul 19 poin atas Jorge Martin.
Survei SNEF menunjukkan 85 persen penggunaan AI dalam fungsi SDM di Singapura masih memerlukan konfirmasi manusia, terutama untuk keputusan penting.