Penanganan 11 Bayi di Pakem Disorot, Polisi Bentuk Tim Khusus
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Ilustrasi vaksinasi Covid-19./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA--Masyarakat umum di Kota Jogja belum akan terpapar vaksin Covid-19 tahap kedua. Peruntukan vaksinasi untuk pelayan publik.
Inventarisasi calon penerima vaksin tahap kedua di Kota Jogja tengah berlangsung. Para pelayan publik yang kerap berhadapan langsung dengan masyarakat akan jadi sasaran prioritas vaksinasi tahap dua.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan pengumpulan data calon penerima vaksin tahap dua. Diharapkan pendataan tersebut dapat selesai pekan depan. Sementara persiapan vaksinasi tahap dua akan dilakukan setelah vaksinasi tahap satu termin kedua rampung.
"Baru proses pengumpulan data, mungkin minggu depan [pendataam selesai]. Ini baru merampungkan vaksinasi tahap satu termin satu. Harapannya pekan ini selesai terus mengawal yang termin kedua. Harapannya pekan ketiga Februari sudah selesai [injeksi tahap satu termin kedua], ya mundur-mundurnya ya minggu keempat Februari. Baru mulai siap-siap yang tahap dua," terangnya pada Rabu (3/2/2021).
Emma menuturkan calon penerima vaksin tahap dua merupakan pegawai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau dinas yang berhadapan langsung dengan masyarakat dalam memberikan layanannya. "Dari OPD atau dinas yang melayani masyarakat langsung, pelayanan publik. Tapi ini baru diinventaris, belum [dihitung] jumlahnya. Karena Dinkes harus koordinasi dengan dinas yang langsung [melakukan] pelayanan publik," terangnya.
Penerima vaksin pada tahap dua menurut Emma kemungkinan bakal lebih banyak jumlahnya dari vaksinasi tahap pertama yang menyasar nakes. Kendati demikian petunjuk teknis vaksinasi tahap kedua hingga saat ini pun masih belum ada. "Waduh belum dihitung, kemungkinan bisa lebih. Karena sampai sekarang juga belum ada juknisnya yang buat tahap kedua," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Isu pocong berkeliaran di Kulonprogo viral di media sosial. Polisi memastikan kabar tersebut hoaks dan meminta warga tidak panik.
Bareskrim Polri menyelidiki blackout massal di Sumatera setelah putusnya jaringan SUTET di Jambi memicu gangguan listrik luas.
Studi global ungkap gangguan mental kini menjadi penyebab utama kecacatan dunia dengan hampir 1,2 miliar penderita.
Timnas Iran resmi pindahkan markas latihan Piala Dunia 2026 dari Arizona ke Tijuana, Meksiko. Mehdi Taj sebut langkah ini imbas ketegangan geopolitik.
Daftar mobil mesin di bawah 1.400 cc yang irit BBM dan pajak ringan cocok untuk keluarga muda dan pemakaian harian.