Skandal Orang Hilang di Pulau Jeju Picu Kekhawatiran Wisatawan
Skandal dugaan pemalsuan laporan orang hilang di Jeju memicu kekhawatiran wisatawan setelah empat orang ditemukan meninggal dalam tiga hari.
Ilustrasi koin dinar Antam. - logammulia.com
Harianjogja.com, JOGJA--Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ummahat Yogyakarta KH Abdul Muhaimin mengaku pernah didatangi pihak yang menawarkan Pasar Muamalah dengan mengenalkan transaksi dinar dan dirham. Tokoh Forum Persaudaraan Umat Beriman (FPUB) ini menilai munculnya jenis transaksi menggunakan dinar dan dirham disebabkan karena lemahnya rupiah dibandingkan mata uang lain.
"Saya pernah didatangi pelaku Pasar Muamalah ini, orangnya sangat aktif. Meski pun belum sampai pada transaksi tetapi sudah memperkenalkan keuntungan, seperti orang menyimpan uang dirham dan dinar itu seperti apa" katanya kepada Harianjogja.com, Jumat (5/2/2021).
BACA JUGA : Pemkab Bantul Tutup 3 Pasar Muamalah yang Gunakan Dirham & Dinar, Ini Lokasinya
Meski demikian, Muhaimin belum memberikan jawaban atau ketertarikannya untuk melakukan transaksi menggunakan dinar dan dirham tersebut. Ia masih mengenal pihak yang memperkenalkan dinar dan dirham pada dua tahun silam tersebut.
"Sekitar dua tahun yang lalu menemui saya. Saya masih berhubungan lewat Facebook dengan orang tersebut, dia bukan orang Jogja, hanya pernah di Jogja lama saja," ujarnya.
Ia menilai, munculnya transaksi menggunakan dinar dan dirham ini lebih berkaitan dengan persoalan global, antara lain indikasi lemahnya rupiah di mata uang asing lainnya. Oleh sebab itu muncul alternatif transaksi bentuk lain.
BACA JUGA : Pemerintah Dianggap Lebai karena Pendiri Pasar Muamalah Ditangkap
"Di sisi lain kita sedang mengembangkan ekonomi syariah yang demikian masifnya. Itu peta globalnya itu yang dalam tanda petik mengembalikan rupiah sebagai nilai tukar. Bukan uang sebagai alat hegemoni kapitalis,” ucapnya.
“Pola pembayaran itu kan banyak sekali kenapa yang lain tidak ditindak. Ada bitcoin, uang giral macam-macam, uang jualan dengan dolar. Bahkan sekarang ada asuransi dengan uang Yuan, mestinya juga ditindak," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skandal dugaan pemalsuan laporan orang hilang di Jeju memicu kekhawatiran wisatawan setelah empat orang ditemukan meninggal dalam tiga hari.
Prabowo resmi membuka Muktamar ke-35 NU di Jombang dengan memukul bedug dan menyoroti peran NU dalam sejarah bangsa Indonesia.
DPRD Bantul menilai desil DTSEN belum akurat dan meminta evaluasi data kesejahteraan karena berdampak pada penyaluran bansos dan layanan kesehatan.
WNA Tiongkok KW diamankan Imigrasi Kulonprogo setelah kedapatan mencuri kartu kredit penumpang di pesawat Citilink dari YIA.
BNI menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
Kemlu memantau sekitar 45 WNI di Nepal setelah banjir bandang Nepal-Tibet. Hingga 27 Agustus, belum ada laporan WNI terdampak.