Laga 72 Menit Berakhir, Yusuf Gagal ke Babak Utama Malaysia Masters
Muhammad Yusuf tersingkir di kualifikasi Malaysia Masters 2026 setelah kalah tipis 19-21 dari wakil Tiongkok dalam laga 72 menit.
Ilustrasi burung kuntul./Pixabay
Harianjogja.com, BANTUL—Puluhan burung kuntul di kawasan Hutan Mangrove Baros, Tirtohargo, Kretek, Bantul, dalam sepekan terakhir dilaporkan mati misterius. Tidak ada keterangan jelas mengenai penyebab kematian burung yang masuk suku Ardeidae.
Seksi Konservasi Karangtaruna Unit Keluarga Pemuda/Pemudi Baros (KP2B) Tirtohargo, Wawan Widia Ardi Susanto, mengatakan sampai saat ini belum mengetahui perihal penyebab kematian kuntul. "Kondisinya memang begitu. Banyak yang mati," kata Wawan, Selasa (23/2/2021).
BACA JUGA: Awalnya Hampir Semua Kecamatan di Sleman Zona Merah Covid, Kini Tinggal Satu
Wawan mengungkapkan kuntul-kuntul itu mati tidak saat berada di darat, tetapi saat terbang. Kuntul itu mendadak jatuh saat terbang, dan tidak berselang lama mati.
"Kebanyakan kuntul muda yang mati," ungkap Wawan.
Menurut Wawan, kematian massal kuntul kali ini adalah kali pertama, sejak kawasan itu ditetapkan sebagai kawasan konservasi pada 2006.
Wawan masih menunggu hasil pemeriksaan dari BKSDA DIY. "Kami tunggu saja hasilnya nanti," ucapnya.
Kasi Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Yuyun Prihatining Rahmah, memperkirakan kematian dari kuntul tersebut akibat cuaca.
BACA JUGA: Jogja Sulap Embung Giwangan Jadi Taman Wisata Budaya Berbasis Teknologi Informasi
"Bisa saja karena faktor alam. Sebab, di Sumbermulyo juga terjadi peristiwa yang sama," katanya.
Sementara, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Joko Waluyo akan mengecek ke lokasi terkait kematian kuntul. “Untuk memastikan apa penyebabnya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Muhammad Yusuf tersingkir di kualifikasi Malaysia Masters 2026 setelah kalah tipis 19-21 dari wakil Tiongkok dalam laga 72 menit.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.