Jogja Sulap Embung Giwangan Jadi Taman Wisata Budaya Berbasis Teknologi Informasi

Embung Giwangan, Kota Jogja. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
23 Februari 2021 14:17 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja membangun Embung Giwangan yang akan menjadi Taman Wisata Budaya melengkapi Taman Pintar I yang sudah ada di Jogja. Taman Wisata Budaya atau disebut Taman Pintar II ini diproyeksikan beroperasi penuh pada 2024 mendatang. Saat ini, embung baru selesai dibangun.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, mengatakan Embung Giwangan menjadi sebuah taman budaya berbasis air untuk mengonservasi air di wilayah selatan Jogja. Sumber air Embung Giwangan tersebut 70% memanfaatkan air tadah hujan dan 30% dari sungai Tekik.

BACA JUGA: Dugaan Korupsi Mandala Krida: KPK Periksa 3 Pejabat Pemda DIY

Dia berharap perosalan air di Jogja dapat teratasi dengan adanya embung tersebut. “Embung Giwangan ini akan menjadi destinasi wisata baru berbasis budaya dan berbasis air,” kata Heroe saat meninjau Embung Giwangan di Jalan Tegalturi, Giwangan, Umbulharjo, Jogja, Selasa (23/2/2021).

Heroe menginginkan Embung Giwangan menjadi destinasi wisata yang berbeda untuk melengkapi Taman Pintar yang sudah ada. Jika Taman Pintar I menjadi wisata keilmuan berbasis teoritis, Embung Giwangan berbasis budaya. Berbagai macam budaya dan tradisi Jogja akan ditampilkan di Embung Giwangan sehingga embung tersebut menjadi lokasi pentas seni sehingga akan ada bangunan grha budaya, tempat pentas, dan sebagainya yang ditampilkan secara modern.

Pembangunan Taman Wisata Budaya tersebut membutuhkan anggaran yang cukup besar sehingga penganggaran dibuat multiyear yang sudah dimulai sejak dua tahun lalu hingga 2024 mendatang.

BACA JUGA: Awalnya Hampir Semua Kecamatan di Sleman Zona Merah Covid, Kini Tinggal Satu

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Taman Budaya, Dinas Kebudayaan Jogja, Retno Yulianti, menambahkan proyek ini sekarang masuk tahap pembangunan fasilitas penunjang yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat seperti fasilitas pedagang, perkantoran, jogging track, panggung ekspresi seni budaya dan grha budaya, “Panggung ekspresinya nanti terapung,” ucap Retno.

Menurut dia, pentas budaya di Taman Wisata Budaya berbasis animasi dan teknologi informasi.

Lurah Giwangan Dwi Ernayati berharap Embung Giwangan yang menjadi taman budaya tersebut menjadi daya ungkit perekonomian masyarakat di wilayah Giwangan. Sebab pariwisata di Jogja menjadi ujung tombak pembangunan ekonomi warga.