Jogja Inspira Hadirkan Kolaborasi Musik, Puisi dan Sketsa
Jogja Inspira #01 hadir di Ndalem Poenokawan dengan kolaborasi musik, puisi dan sketsa, memperkuat Jogja sebagai episentrum kreativitas seni.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Banyak warga setelah terpapar Covid-19 tidak disiplin melakukan isolasi mandiri di rumah. Kondisi tersebut menyebabkan klaster keluarga mendominasi banyak kasus Covid-19. Keberadaan selter di kalurahan diharapkan dapat mencegah penyebaran kasus baru Covid-19 di keluarga.
Carik Kalurahan Tamanmartani, Tomi Nugraha mengatakan selter Covid-19 tersebut disiapkan berdasarkan hasil evaluasi terhadap proses isolasi atau karantina mandiri yang dilakukan di wilayah Tamanmartani. "Dari hasil evaluasi, ternyata karantina mandiri atau isolasi di rumah masih memiliki potensi untuk adanya penularan dikarenakan kontrol yang kurang ketat, sehingga kami siapkan selter Covid-19 ini,” jelasnya.
BACA JUGA : Selter OTG di Jogja Gunakan Aplikasi, Pelayanan Bisa
Masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di rumah, kata Tomi, kerap ditemukan masih melakukan kontak dengan keluarga dekat. Kondisi ini menunjukkan kurangnya kesadaran dan kontrol yang ketat dari masyarakat yang berada di sekitarnya. Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi potensi adanya penularan atau klaster keluarga.
Selter Covid-19 yang diperuntukkan bagi pasien Covid-19 dengan kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) di Tamanmartani, katanya, memiliki fasilitas 7 kamar yang dilengkapi dengan kasur, kamar mandi, peralatan mandi dan kebutuhan sehari - hari. Secara teknis, masyarakat yang masuk dalam kategori OTG akan dipindah ke selter Covid-19 berdasarkan dari hasil pemantauan Satgas Covid-19 tingkat Padukuhan.
"Selter Covid-19 ini memanfaatkan bangunan yang sebelumnya dipakai oleh lembaga-lembaga seperti BKM, Bumdes dan BPD dengan fasilitas sementara yaitu 7 kamar," tutur Tomi.
Plh Bupati Sleman, Harda Kiswaya mengapresiasi langkah Kalurahan Tamanmartani yang menyediakan selter Covid-19 tersebut. Harda menilai langkah tersebut selaras dengan apa yang saat ini diupayakan oleh Pemkab dalam menekan penularan Covid-19 di wilayah Sleman. Ia menyambut baik keberadaan selter tersebut sebagai langkah inovatif yang dibutuhkan masyarakat.
BACA JUGA : Dewan Minta Selter untuk Pasien OTG Covid-19 di Jogja
"Pemkab akan terus berupaya melakukan langkah nyata dalam menekan penyebaran Covid-19 di Sleman. Hal tersebut juga menurutnya terus dilakukan dari tingkat Daerah sampai dengan padukuhan," katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) Sleman Budiharjo mengatakan hingga kini fasilitas tempat karantina bagi pasien Covid-19 tanpa gejala berjumlah 37 selter kalurahan di 14 kapanewon. Dari 37 selter yang ada total kapasitas yang disedikan sebayak 197 kamar. Lokasi yang digunakan untuk karantina bermacam-macam, tidak hanya di kalurahan tetapi juga gedung sekolah dan barak pengungsian.
"Satu kalurahan ada yang memiliki lebih dari satu kamar. Misalnya di Tamanmartani ada tujuh kamar dan di Harjobinangun, Pakem ada 10 kamar," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja Inspira #01 hadir di Ndalem Poenokawan dengan kolaborasi musik, puisi dan sketsa, memperkuat Jogja sebagai episentrum kreativitas seni.
Basarnas memusatkan pencarian jurnalis hilang di Sektor X selatan Gunung Anak Krakatau dengan area pencarian mencapai 6.024 NM persegi.
Xi Jinping menyebut China dan India sebagai mitra yang saling menghadirkan peluang, bukan ancaman, saat bertemu Narendra Modi di KTT BRICS.
Wabup Sleman Danang Maharsa meminta perguruan tinggi tak hanya mengejar capaian akademis, tetapi juga mencetak lulusan inovatif.
Fornazari mencetak gol perdana untuk PSS Sleman, tetapi rela menukar gol tersebut dengan kemenangan Super Elja.
Aghniny Haque mempelajari bahasa isyarat arkais yang langka untuk memerankan Melor dalam film horor Malaysia, Khadam.