China Bersiap Pimpin BRICS 2027, Xi Jinping Ajukan 4 Usulan
China siap mengambil alih keketuaan BRICS pada 2027. Xi Jinping mengajukan empat usulan untuk memperkuat kerja sama Selatan Global.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul akan melakukan tes atau pemeriksaan deteksi infeksi COVID-19 terhadap semua orang dalam kriteria kontak erat dengan kasus konfirmasi positif terpapar virus corona.
"Untuk kontak erat ini kita akan menyisir semua, jadi nanti siapapun yang jadi kriteria kontak erat akan kita tes, dan tentu ini akan meningkatkan jumlah kasus," kata Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santosa di Bantul, Sabtu.
BACA JUGA : Dilaunching Jumat Pagi, Mobil PCR Milik Pemkab Bantul
Menurut dia, kebijakan tes COVID-19 bagi semua kontak erat itu berbeda dengan yang dilakukan selama ini, sebab pemeriksaan hanya dilakukan kepada kontak erat yang mempunyai gejala umum, sedangkan kontak erat tanpa gejala tidak dites melainkan direkomendasikan karantina mandiri.
"Jadi semua yang kontak erat, tidak hanya bergejala, jadi testing itu kita nanti akan dua macam, ada yang tes usap antigen ada PCR tes, yang PCR itu dilakukan khusus bergejala langsung, tapi yang tidak bergejala kita tes usap antigen," katanya.
Meski demikian, kata dia, untuk memulai langkah meningkatkan testing itu, Dinas Kesehatan Bantul masih menunggu edaran Pemkab Bantul yang diturunkan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menindaklanjuti arahan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan.
BACA JUGA : Pemkab Bantul Operasikan Mobil PCR untuk Mempercepat
"Nunggu edarannya, karena ada masukan dari Kemenkes untuk koreksi lagi edaran yang kita buat. Kita kesiapannya menyiapkan selter desa, karena kontak erat yang positif kebanyakan nanti dilakukan isolasi di desa, kecuali yang bergejala sedang, berat," katanya.
Dalam melakukan peningkatan testing tersebut, Dinkes Bantul akan bekerja sama dengan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta yang mempunyai mobil laboratorium PCR dengan peralatan memadai.
Berdasarkan data terakhir Satgas Penanganan COVID-19 Bantul, total kasus positif COVID-19 per Jumat (26/2) malam berjumlah 7.760 kasus, dengan sembuh 6.828 orang, sedangkan kasus kematian 229 kasus, sehingga pasien positif yang masih menjalani isolasi berjumlah 712 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
China siap mengambil alih keketuaan BRICS pada 2027. Xi Jinping mengajukan empat usulan untuk memperkuat kerja sama Selatan Global.
Kemenhub mendirikan posko darurat di Pelabuhan Trisakti untuk menangani insiden Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Masalembo.
DPRD DIY mendorong penanganan kekeringan melibatkan seluruh OPD, tidak hanya BPBD, dengan dukungan koordinasi dan anggaran memadai.
Debit Sungai Tinalah Kulonprogo surut saat kemarau. Kondisi ini membuat wisata keceh diminati, tetapi wisatawan diminta tetap waspada.
Kejagung mengungkap Ferry Boboho mengembalikan Rp5 miliar pada Agustus 2026. Uang itu bagian dari Rp40 miliar Tan Kian.
DKP DIY menggelar Gita Laut 2026 di Pantai Congot untuk menjaga sumber daya pesisir dan melibatkan generasi muda dalam sektor kelautan.