Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Para seniman saat unjuk gigi dalam pentas seni virtual bertajuk Kangen Jogja, yang disiarkan lewat Channel YouTube Dinas Pariwisata Kota Jogja, Sabtu (27/2/2021). (Ist)
Harianjogja.com, JOGJA--Pandemi Covid-19 tidak membuat seniman di Kota Jogja berdiam diri. Mereka tetap bisa berekspresi menyesuaikan adaptasi kebiasaan baru, salah satunya melalui pentas seni virtual bertajuk Kangen Jogja.
"Kangen Jogja adalah salah satu kegiatan dari Dinas Pariwisata (Dispar) Jogja yang dikemas dalam bentuk atraksi wisata, yang mencoba memberi ruang ekspresi bagi para seniman-seniman kota Jogja untuk dapat berekspresi sekaligus memberikan tontonan alternatif bagi masyarakat kota Jogja dan wisatawan yang akan berkunjung ke Kota Jogja," kata Kepala Dispar Jogja, Wahyu Hendratmoko, Sabtu (27/2/2021).
Wahyu menjelaskan Kangen Jogja mengusung konsep pentas virtual. Pada tahun ini kegiatan yang melibatkan pelaku seni di Kota Jogja itu akan digelar sebanyak tujuh kali.
Edisi perdana Kangen Jogja diawali dengan penampilan para seniman dari Kemantren Gedongtengen yang menyuguhkan pelbagai kesenian tradisional antara lain Tari Gendring, Tari Olah Jumput, Fraghmen Stel Kendho, Barongsay Mutiara Naga, dan Karawitan Pringgo Mahardhika. Aksi para seniman itu dapat disaksikan di Channel YouTube Dispar Kota Jogja pada Sabtu (27/2/2021) pukul 19.00 WIB.
Untuk mengantisipasi penyebaran virus, para seniman diwajibkan mematuhi protokol kesehatan, yakni memakai masker, jaga jarak dan tidak berkerumun. Sebelum masuk ke lokasi acara, para seniman itu juga terlebih dulu dicek suhu tubuhnya dan wajib mencuci tangan di air mengalir.
Wahyu mengatakan di samping menjadi wadah bagi seniman untuk berekspresi, kehadiran Kangen Jogja juga bertujuan mengobati rasa rindu wisatawan yang ingin melihat kekayaan seni dan budaya di Kota Gudeg, tapi belum terealisasi karena pandemi.
"Kangen Jogja kali ini diharapkan benar-benar bisa mengobati rasa rindu bagi wisatawan yang belum bisa berkunjung ke Kota Jogja," ucap Wahyu.
Lewat Kangen Jogia, Dispar ingin memberikan sinyal kepada masyarakat di luar Kota Jogja, bahwa kota ini tetap bekerja keras untuk menyiapkan industri pariwisatanya, benar-benar bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang pada saatnya nanti akan berkunjung ke kota ini.
"Karena kami benar-benar serius menerapkan prokes untuk semua industri dan destinasi wisata di Kota Jogja," kata Wahyu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.
Kasus penyakit kronis kini banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup. Simak penyebab dan upaya pencegahannya.
Veda Ega Pratama finis ke-8 Moto3 Catalunya 2026 usai start dari posisi 20. Tampil impresif dan raih poin penting untuk Indonesia.