Kualitas PSS dan Pieter Huistra Bikin Nduwarugira Mantap Bergabung
Christophe Nduwarugira mengungkap alasan bergabung dengan PSS Sleman dan mengaku tak sabar menjalani debut bersama Super Elja musim ini.
Ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, BANTUL - Pelaksanaan vaksinasi tahap kedua yang menyasar pelayanan publik di Bantul akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Data calon penerima vaksin pun makin banyak.
Juru Bicara Pengelolaan Vaksin Covid-19 Bantul, Abednego Dani Nugroho pada Selasa (2/3) menyampaikan jadwal vaksinasi sedang dikoordinasikan. "Baru kami bahas dengan Asek III Bantul," ujarnya.
BACA JUGA : Pelaku Usaha Jasa Pariwisata Jogja Jalani Vaksinasi Massal
Kendati belum bisa menyebutkan kapan waktu pastinya, Abed mengatakan bila vaksinasi bakal dilakukan dalam waktu dekat. "Kalau bisa pekan ini sudah mulai [vaksinasi]," tuturnya.
Jumlah data calon penerima vaksin pun naik hampir dua kali lipat dari paparan yang disampaikan Abed sebelumnya. Sebelumnya disebutkan Abed ada 28.912 orang yang diajukan sebagai calon penerima vaksin.
BACA JUGA : Kapan Warga Umum di DIY Dapat Vaksin Covid-19? Begini Penjelasan Pemda DIY
Saat ini total data calon penerima vaksin yang diajukan dari kalangan pelayan publik mencapai 46.161 orang. "Sasarannya sama, hanya nambah orangnya," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Christophe Nduwarugira mengungkap alasan bergabung dengan PSS Sleman dan mengaku tak sabar menjalani debut bersama Super Elja musim ini.
Kuasa hukum Febrie Adriansyah membantah kliennya menerima Rp40 miliar dari Tan Kian dan menjelaskan keterangan soal nama Ferry.
AC Milan menang 2-0 atas Venezia di Serie A 2026/27. Goncalo Ramos mencetak gol perdana, disusul gol bunuh diri Redouane Halhal.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Sabtu 29 Agustus 2026. Simak jam keberangkatan pulang pergi dan tarif hanya Rp12.000.
Prakiraan cuaca DIY Sabtu 29 Agustus 2026 didominasi cerah berawan. Suhu Jogja mencapai 31°C, warga diminta waspada terik dan UV.
UMY mengingatkan IPK tinggi bukan jaminan siap kerja. Kompetensi, keterampilan, etika, dan kemampuan adaptasi menjadi kunci lulusan.