Drag Bike Sleman 2026 Jadi Magnet Sport Tourism, Catat Tanggalnya
Drag Bike Sleman 15 Agustus 2026 di Minggir jadi magnet sport tourism, dorong UMKM dan kampanye stop balap liar.
Bupati Sleman Kustini dan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa saat meninjau kerusakan akibat hujan dan angin kencang, Kamis (4/3/2021)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Hujan lebat disertai angin kencang pada Rabu (3/3/2021) menyebabkan sejumlah kerusakan. BPBD Sleman saat ini terus mendata kerusakan. Bantuan sementara diberikan kepada warga terdampak, salah satunya di RT 9 RW 33 Blunyah Gede, Sinduadi, Mlati.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman Joko Supriyanto menuturkan hujan yang terjadi pada Rabu kemarin menyebabkan aliran air saluran selokan di bawah Jalan Monjali meluap. Derasnya aliran selokan membuat talud saluran buang menuju ke Kali Code jebol.
BACA JUGA: Rel Bandara YIA Hampir Rampung, Diklaim Bebas Ancaman Banjir karena Melayang
"Adanya luapan air menyebabkan permukiman warga RT 09 RW 33, Blunyah Gede, sempat terendam air. Ada tujuh rumah dengan total 15 keluarga yang terdampak banjir," kata Joko saat meninjau lokasi, Kamis (4/3/2021).
Hujan deras disertai angin kencang juga menyebabkan kerusakan di tempat lainnya. Selain di Kapanewon Turi, angin kencang juga merusak sejumlah properti warga di Dusun Gatep, Kalurahan Purwobinangun, Pakem.
"Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan di bagian atap rumah disebabkan hujan dan angin kencang," katanya.
Sejumlah rumah yang berdekatan di lokasi tersebut mengalami kerusakan yang sama. Bagian atap rusak akibat tertimpa pohon yang tumbang di sekitarnya. "Di lokasi ini terdapat sebanyak 30 rumah terdampak bencana. Kerusakan rumah sebagian besar pada bagian atap atau genteng rumah," katanya.
Saat kejadian, katanya, BPBD melalui sejumlah sukarelawan bergerak menuju sejumlah lokasi terdampak. Pertolongan juga diberikan secara langsung disertai dengan pemberian bantuan berupa logistik dan kebutuhan warga seperti selimut dan lainnya. "Kami masih terus melakukan pendataan, nanti warga terdampak akan menerima bantuan. Bentuk bantuan belum bisa dirinci," katanya.
BACA JUGA: Pandemi Belum Berlalu, Tukang Becak & Kusir Andong di Malioboro Kian Menderita
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat meninjau lokasi bencana menyalurkan sejumlah bantuan kepada masyarakat terdampak. Ia mengaku mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya bencana tersebut. "Saya langsung berkoordinasi bersama dengan BPBD Sleman untuk turun langsung menangani dampak bencana," katanya.
Terkait kerusakan talud, ia sudah berkoordinasi dengan lurah dan RT/RW setempat agar ke depan mengantisipasi penyebab luapan air. BPBD Sleman, katanya, tengah mendata warga dan jumlah kerusakan yang dialami. "Hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar Pemkab untuk penanganan dampak bencana dan menjadi dasar bantuan yang akan diberikan," katanya.
Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Sleman, dampak hujan lebat dan angin kencang disertai hujan es pada Rabu (3/3/2021) menyebabkan 42 titik lokasi terdampak. Dilaporkan sebanyak 49 pohon tumbang, 19 rumah warga rusak ringan, satu gudang rusak berat, sembilan titik jaringan listrik rusak, satu tower roboh, fasilitas pendidikan (BLK) dan tempat ibadah rusak ringan serta sebuh mobil rusak tertimpa pohon.
Hujan es terjadi di empat titik. Mulai Babadan Kalurahan Girikerto, Turi Kalurahan Donokerto, Turi, Temulawak Kalurahan Caturharjo, Sleman dan Bulaksumur, Caturtunggal Depok. Sementara angin kencang melanda di Kapanewon Pakem, Turi, Tempel, Mlati dan Ngaglik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Drag Bike Sleman 15 Agustus 2026 di Minggir jadi magnet sport tourism, dorong UMKM dan kampanye stop balap liar.
PSIM Jogja hanya bisa mendaftarkan tiga pemain asing di League Cup 2026/2027 meski memiliki 11 legiun asing. Jean-Paul van Gastel siap mengandalkan pemain loka
Pembangunan Gerbang Tol Trihanggo Tol Jogja-Solo terus dikebut. Gerbang ini akan mengusung siluet Ratu Boko dan ornamen aksara Jawa.
Sekitar 200 warga binaan Gunungkidul akan difasilitasi mengikuti Kejar Paket A, B, dan C sebagai bekal kembali ke masyarakat.
Pembangunan Jembatan Kewek memasuki tahap struktur lanjutan. Pondasi rampung dan erection girder ditarget September agar bisa dipakai saat Nataru 2026.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.