Jadwal SIM Keliling Gunungkidul 23 Mei 2026, Ada Layanan Malam
Jadwal SIM keliling Gunungkidul Sabtu 23 Mei 2026 hadir di Kecamatan Rongkop dan Pasar Argosari Wonosari.
Ilustrasi jalan tol. /JIBI-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, JOGJA—DPRD DIY meminta kepada pihak terkait untuk segera menyiapkan berbagai keperluan dalam menindaklanjuti akan segera dimulainya pembangunan jalan tol di wilayah DIY. Salah satunya menyiapkan sejumlah titik yang akan menjadi pusat ekonomi baru di kawasan exit tol.
Wakil Ketua Komisi C DPRD DIY Gimmy Rusdin Sinaga mengaku telah melakukan kunjungan lapangan ke lokasi warga terdampak pembangunan tol, salah satunya tol Jogja-Bawen untuk wilayah Seyegan dan Mlati. Menurutnya soal pembebasan lahan tidak ada persoalan yang berarti. Karena ganti rugi yang diberikan pemerintah juga tergolong tinggi sehingga sesuai dengan keinginan masyarakat.
BACA JUGA : Rp2 Triliun Disiapkan untuk Pembebasan Lahan Tol Jogja
“Kami mendukung, tahapan 2021 pembebasan tanah, kemarin kami sudah meninjau ke lapangan, langsung ketemu Pak Camat dan semua desa terdampak, secara umum tidak tidak masalah mereka siap lahannya dipakai, karena sekarang ini namanya bukan ganti rugi, tetapi ganti untung,” kata politikus PDIP ini pada Jumat (5/3/2021) lalu.
Berdasarkan data trase Jalan Tol Solo-Jogja-YIA Kulonprogo nantinya akan melintasi dua provinsi, yakni trase yang terletak di DIY sepanjang 60,93 Kilometer dan trase yang terletak di Jawa Tengah sepanjang 35,64 Kilometer. Jalan tol ini ditargetkan akan dioperasikan secara bertahap pada tahun 2023 dan akan beroperasi penuh pada tahun 2024.
Jalan Tol Solo-Jogja-YIA Kulonprogo terbagi atas tiga seksi, yakni sesi I dari Kartasura-Purwomartani Sleman (42,37 km), sesi II Purwomartani Sleman-Gamping Sleman (23,42 km), sesi III Gamping Sleman-Purworejo Jawa Tengah (30,77 km). Untuk wilayah DIY, pembangunan tol Jogja-Bawen dilintasi sepanjang 8,7 kilometer. Total investasi tol tersebut mencapai Rp14,26 triliun dengan masa konsesi selama 40 tahun.
BACA JUGA : Tol Solo-YIA Jadi Tiga Sesi, Ini Sesi yang Paling Terakhir
Gimmy meminta pihak terkait agar merespons dengan cepat terhadap pembangunan tol di DIY. Segala hal harus dipersiapkan, seperti menetapkan titik pusat ekonomi baru yang memungkinkan dibangun di sekitar pintu keluar tol. Hal ini sangat berkaitan dengan penyiapan lahan dan tata ruang. Melalui persiapan yang matang, masyarakat DIY terutama sekitar tol diharapkan merasakan dampak secara ekonomi.
“Harapannya bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi, ada tiga titik exit, ini harus direspons cepat, bagaimana agar ada kawasan pusat ekonomi di sekitar exit tol. Misalnya ada tempat buka rumah makan, kuliner. Jika memungkinkan itu exit-nya diusulkan ditambahi, jadi sebelum berangkat ke Semarang atau Solo ada rest area, untuk warga bisa buka usaha,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM keliling Gunungkidul Sabtu 23 Mei 2026 hadir di Kecamatan Rongkop dan Pasar Argosari Wonosari.
Persib Bandung juara Super League 2025/2026 usai unggul head to head atas Borneo FC. Simak klasemen akhir dan tim terdegradasi.
Penggunaan hand sanitizer berlebihan bisa picu eksim, kulit kering, dan iritasi. Simak penjelasan dokter kulit.
Bulog Jogja pastikan stok Minyakita aman jelang Idul Adha. Distribusi capai 2,6 juta liter, ditambah pasokan baru.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul hadir dengan track ekstrem. Seeding run panas, final diprediksi makin sengit!
Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Prof. Dr. Megawati Soekarnoputri, menghadiri resepsi pernikahan Ignatius Windu Hastomo (Igo)