SUV BYD Tang L Akan Debut Global Dengan Nama Atto 8
Mobil crossover hibrida ini memulai debutnya di Tashkent International Auto Show 2025 di Uzbekistan bersama BYD M9 dan BYD Seal 6.
Ketua Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMK-SMTI Jogja Yahya Farqodain (kanan) saat bincang-bincang tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPBD) di Kantor Harian Jogja, Senin (15/3). (ist/Youtube Harian Jogja)
Harianjogja.com, JOGJA—Sekolah Menengah Teknologi Industri yang merupakan sekolah menengah kejuruan, atau sering disebut SMK-SMTI menargetkan setiap tahunnya sebanyak 80% terserap di dunia kerja.
Ketua Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMK-SMTI Jogja, Yahya Farqodain mengatakan target serapan lulusan di dunia kerja selalu tercapai. Sisanya sisanya ada yang melanjutkan kuliah dan sebagainya.
Para lulusan SMK-SMTI selama ini terserap di berbagai industri besar, di antaranya ke PT. Chandra Asri Petrochemical, Toyota Manufakturing, dan Petrokimia.
“Kalau masuk SMTI niat kejar masuk industri ternama akan dapat,” kata Yahya dalam acara bincang-bincang dengan Harian Jogja, Senin (15/3).
Ia menambahkan SMK-SMTI Jogja merupakan salah satu dari sembilan sekolah SMK yang berada di bawah naungan Kementerian Perindustrian. Tak hanya itu SMK-SMTI Jogja merupakan SMK di bawah Kementerian Perindustrian satu-satunya yang ada di Pulau jawa.
Yahya mengatakan sistem yang dianut di SMK-SMTI hampir sama dengan SMK pada umumnya. Hanya SMK-SMTI lebih tinggi serapannya di dunia kerja karena karena hampir 50% praktek langsung di industri. “Dua tahun setengah pembelajaran di kelas dan 1,5 tahun di industri,” kata dia.
Di SMK-SMTI ada tiga jurusan yakni Kimia Industri dengan masa tempuh pembelajaran selama tiga tahun, Kimia Analisis dan jurusan Teknik Mekatronika yang masing-masing ditempuh empat tahun masa pembelajaran. Ketiga jurusan tersebut selama ini menjadi kebutuhan dunia industri. “Bahkan banyak industri yang meminta lulusan SMK-SMTI untuk bekerja di industri mereka sebelum siswa lulus,” kata Yahya.
Ia menjelaskan siswa Jurusan Kimia Industri belajar memahami proses di industri, misal jadi operator atau manitenance, bagaimana membuat produktivitas lebih baik. Sementara Jurusan Kimia Analisis dicetak menjadi analis seperti di industri laboratorium. Adapun Jurusan Teknik Mekatronika belajar bagimana memahami suatu sistem produksi. “[Kelak] bisa bekerja sebagai operator. Bisa di [bagian] maintenance, bagaimana mengoperasikannya,” katanya.
Jalur Seleksi
Bagi lulusan sekolah menengah pertama (SMP) yang akan masuk SMK-SMTI harus segera bersiap. Proses PPDB di sekolah tersebut sudah dimulai sejak Maret hingga Mei 2021.
Terdapat tiga jalur seleksi yang dibuka SMK-SMTI, yakni jalur seleksi nilai rapor. Nilai tersebut akan disortir dari mulai Semester I sampai V. “Seleksi rapor sudah masuk wawancara dan tes potensi akademik sudah dimulai,” kata Yahya.
Kedua jalur seleksi mandiri sampai 8 Mei, dan ketiga jalur seleksi bersama melalui Kementerian Perindustrian yang dibuka secara serentak sampai 3 Mei. Yahya berharap bagi calon siswa yang akan masuk SMK-SMTI bisa mendaftar jalur mandiri dan jalur bersama. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mobil crossover hibrida ini memulai debutnya di Tashkent International Auto Show 2025 di Uzbekistan bersama BYD M9 dan BYD Seal 6.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.