Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Daya Beli Dinilai Masih Kuat
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026. Menkeu Purbaya menyebut konsumsi rumah tangga jadi penopang utama daya beli.
Ilustrasi ujian nasional di masa pandemi/ANTARA FOTO-Syifa Yulinnas.\n
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul memastikan pelaksanaan ujian Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) tingkat SMP akan dilaksanakan di sekolah. Rencananya program pengganti Ujian Nasional ini diselenggarakan selama empat hari mulai 5-8 April mendatang.
Kepala Bidang SMP, Disdikpora Gunungkidul, Kisworo mengatakan, proses pembelajaran selama masa pandemi masih menggunakan model online sehingga belum ada program untuk tatap muka di sekolah. Meski demikian, untuk ASPD akan ada kebijakan khusus, yakni pelaksanaan dilakukan di sekolah.
Menurut dia, salah satu alasan menggelar di sekolah dan bukan secara online karena untuk menjaga integritas dan kejujuran. Pasalnya, di sekolah ada yang mengawasi oleh guru sehingga pengerjaan bisa berlangsung secara adil.
Hal berbeda apabila ASPD dikerjakan di rumah, maka tidak ada yang mengawasi saat soal-soal tersebut di kerjakan. “Inilah yang jadi pertimbangan ASPD tetap dilaksanakan di sekolah,” kata Kisworo, Jumat (19/3/2021).
Baca juga: Dua Talut di Jogja Jebol Akibat Hujan Deras
Ia mengungkapkan, untuk pelaksanaan akan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat. Selain itu, pelaksanaan asesmen juga dilakukan secara bergantian sehingga tidak ada kerumunan di sekolah. “Protokol kesehatan tetap menjadi acuan dalam pelaksanaan ASPD,” katanya.
Untuk pemetaan mutu pendidikan di DIY ini ada empat mata pelajaran yang diujikan. Selain Bahasa Indonesia dan Matematika, para siswa juga akan mengerjakan soal Ilmu Pengetahuan Alam dan Bahasa Inggris.
“Hasil dari ASPD tidak menjadi penentu kelulusan, tapi nilai tersebut bisa menjadi salah satu pertimbangan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” kata Kisworo.
Pelaksana Tugas Kepala Disdikpora Gunungkidul, Eddy Praptono mengatakan, untuk pelaksanaan ASDP sudah ada persiapan dari masing-masing sekolah. bahkan, sambung dia, di beberapa kesempatan bersama-sama dengan Bupati Sunaryanta melakukan pengecekan ke sekolah guna mengetahui kesiapan dalam menyelenggarakan program pengganti Ujian Nasional ini.
Baca juga: Loket Masuk Parangtritis Akan Dijaga Saat Malam
Eddy mengungkapkan, untuk memaskimalkan nilai dalam ASPD, disdikpora juga telah menyelenggarakan tryout mengerjakan soal-soal. Meski demikian, hasil dari uji coba tersebut belum memuaskan sehingga ada kebijakan konsultasi tatap muka bagi siswa kelas sembilan SMP atau kelas enam SD.
“Mudah-mudahan minggu depan sudah bisa dimulai. Harapan kami dengan konsultasi tatap muka bisa memaksimalkan hasil dalam ASPD,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026. Menkeu Purbaya menyebut konsumsi rumah tangga jadi penopang utama daya beli.
Hari Keluarga Internasional 2026 menyoroti dampak ketimpangan sosial terhadap kesejahteraan anak dan kondisi keluarga.
Enam wakil Indonesia gugur di Thailand Open 2026. Leo/Daniel dan Hira/Jani jadi harapan terakhir menuju semifina
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa