Jadwal SIM Keliling Kulonprogo 11 Juli 2026, Ini Lokasinya
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Puluhan warga di dua padukuhan berbeda menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 dari klaster lelayu (takziah). Selain di Dusun Blekik, Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, kasus yang sama terjadi di Dusun Plalangan, Pandowoharjo, Kapanewon Sleman.
Berdasarkan informasi Harianjogja.com, klaster lelayu di Blekik bermula saat ada salah seorang warga meninggal dunia, Senin (15/3)/2021. Warga yang meninggal dunia ini wafat karena sudah sepuh dan bukan pasien Covid-19. Sambil menunggu anak dan keluarganya yang lain, jenazah disemayamkan di rumah duka dan dikuburkan sehari setelahnya.
BACA JUGA : Diduga Terinfeksi Corona, Hasil Rapid Test 6 Warga Bantul
Warga pun melakukan takziah dan mengikuti tahlilan di rumah duka selama tiga hari, sejak 16 Maret hingga 18 Maret. Salah seorang anak warga yang meninggal dunia tersebut pada 18 Maret mengalami gejala pusing, tidak enak badan dan kehilangan indra penciuman.
Keesokan harinya, ia melakukan tes antigen secara mandiri. Hasilnya dinyatakan positif. Tes antigen pun dilakukan kepada seluruh keluarga pada 22 Maret dan hasilnya pun dinyatakan positif.
Pada 24 Maret, Puskesmas Ngaglik melakukan tracing ke seluruh warga yang jumlahnya 204 orang. Hasilnya, dari 148 warga yang menjalani tes Antigen, hanya 22 warga yang dinyatakan positif. Sementara dari 48 warga yang mengikuti tes antibodi hanya satu warga yang positif. Warga yang positif pun diminta melakukan isolasi mandiri di selter Rusun Gamawang.
Tracing kemudian dilanjutkan kepada warga lain yang belum mengikuti tes Antigen. Tes antigen kedua digelar pada 26 Maret. Dari 174 warga yang mengikuti, sebanyak 22 warga dinyatakan positif Covid-19. Mereka pun dievakuasi ke selter Rusunawa Gamawang.
BACA JUGA : Hasil Rapid Test Negatif, Pegawai Pemkot Jogja Ternyata
"Jadi total ada 44 warga yang positif dari hasil pemeriksaan antigen kemarin dan menjalani isolasi mandiri. Yang di rusunawa 32 orang dan di sini ada 11 orang," kata Yoyon, Satgas Covid-19 Kalurahan Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman saat ditemui di Blekik, Senin (29/3/2021).
Yoyon mengatakan agar tidak terjadi penyebaran virus Corona ke tempat lain, warga lainnya melakukan isolasi mandiri di rumah. Jumlahnya ada sekitar 40 orang. Setiap sore dilakukan penyiraman disinfektan di rumah-rumah warga. Satgas juga menyediakan satu akses untuk pintu ke luar masuk dusun dan akses jalan lainnya ditutup.
"Dari 400-an warga, yang benar-benar sehat ada sekitar 300-an. Untuk mereka yang dinyatakan sehat dibolehkan beraktivitas seperti biasa. Yang jadi petani tetap ke sawah, yang karyawan tetap ke kantor," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Lansia asal Gunungkidul meninggal dunia setelah tertemper KA Bengawan di jalur rel timur Fly Over Janti, Sleman, Minggu sore.
Pelajar asal Tangerang Selatan terluka setelah diduga ditembak airsoft gun di Jalan Laksda Adisucipto, Sleman. Polisi masih memburu pelaku.
Bank Dunia menyarankan Indonesia menghapus tax holiday dan menggantinya dengan insentif yang lebih efektif untuk mendorong investasi.
Komisi III DPR mendukung wacana Presiden Prabowo melarang total vape untuk mencegah penyalahgunaan narkoba dan melindungi generasi muda.
Daihatsu menghadirkan beragam solusi mobilitas berkelanjutan pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang.