Diduga Terinfeksi Corona, Hasil Rapid Test 6 Warga Bantul Positif

Bantuan RDT dan APD dari pusat mulai berdatangan dan diterima Pemda DIY di kantor BPBD DIY, Sabtu (28/3/2020) - Ist
18 April 2020 19:57 WIB Hery Setiawan (ST18) Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL – Enam orang tanpa gejala [OTG] dinyatakan positif setelah menjalani rapid test untuk screening awal Covid-19. Namun, hasil tersebut masih perlu diuji lagi validitasnya dengan menggunakan tes swab. Belum dapat dipastikan kapan hasil tes swab itu keluar.

Di tengah keterbatasan alat rapid test, Gugus Tugas Penanganan Covid – 19 Bantul terus menggencarkan pemeriksaan terhadap sejumlah orang yang punya potensi terinfeksi. Ketua Gugus Tugas, Sri Joko Wahyu Santoso mengklaim sudah ada 600 yang menjalani rapid test. Dari tes tersebut, enam orang tanpa gejala [OTG] dinyatakan positif.

Keenam OTG tersebut, kata Oky semuanya merupakan orang yang berinteraksi langsung dengan pasien positif. Soal latar belakang dan riwayat perjalanan keenam orang itu, Oky menolak menjelaskan kepada wartawan karena alasan keamanan.

“Maaf, untuk keamanan, saya tidak bisa menyampaikan. Kita tahu kondisi masyarakat kan?”, katanya Oky menolak.

Hanya saja, hasil tes itu belum dapat dinyatakan sebagai diagnosa positif terinfeksi Covid – 19. Maka perlu dilakukan uji selanjutnya agar mampu didapatkan hasil pemeriksaan yang lebih valid. Sebab menurut pria yang kerap disapa Dokter Oky itu, cara untuk menetapkan seseorang positif Covid – 19 adalah dengan tes swab, bukan hanya rapid tes.

“Positif rapid test bukan menyatakan diagnosa Covid – 19,” katanya kepada Harian Jogja, Sabtu (18/4/2020).

Dari enam OTG tadi, ada dua yang sudah menjalani tes swab. Ketika ditanya kapan hasilnya keluar, Oky belum bisa memberi jawaban pasti. Pasalnya, kecepatan pemeriksaan tes bergantung dari jumlah antrian di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan Dan Pengendalian Penyakit [BBTKLPP] Yogyakarta.

Oky melanjutkan bahwa sejauh ini alat rapid test yang dipakai berasal dari Pemerintah Pusat. Saat ini pun sedang dalam proses pengadaan kembali dari sana. Prioritas pemeriksaan, kata Oky diperuntukkan kepada tenaga kesehatan yang bersinggungan langsung dengan pasien positif, pasien dalam pemantuan [PDP], dan juga OTG.