Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ilustrasi. /Antarafoto
Harianjogja.com, SLEMAN--Dinas Pendidikan Sleman telah merencanakan sekolah tatap muka pada Juli mendatang. Sejumlah sekolah telah menyiapkan keperluan prosedur operasional standar (POS), sementara wali murid juga mendukung tatap muka segera terlaksana.
Humas SMA N 1 Depok, Eko Yulianto, mengatakan kendati masih menunggu instruksi Pemda DIY untuk pelaksanaan sekolah tatap muka, pihaknya telah menyiapkan POS tatap muka dalam fase new normal.
"Antara lain meliputi POS pelaksanaan KBM [kegiatan belajar mengajar], POS Ekstra kurikuler, POS kegiatan olahraga, POS pengantaran dan penjemputan, POS kehadiran tamu dan sebagainya," katanya, Rabu (31/3/2021).
BACA JUGA : Sekolah Tatap Muka Mulai 19 April, Sultan: Maksimal 2 Jam di Ruangan, Lalu Istirahat
Ia mencontohkan pada POS KBM, akan diterapkan sistem shift untuk dapat mengimplementasikan physical distancing dan menghindari kerumunan. Hal ini menurutnya sudah sesuai arahan Pemda DIY.
Sebelum melaksanakan sekolah tatap muka, selain memastikan semua kesiapan dari sekolah, ia juga akan meminta persetunuan orang tua siswa. "Orang tua dimintai persetujuan, sesuai prosedur," katanya.
Salah satu orang tua siswa, Amelia, warga Selomartani, Kalasan, mengatakan ia sangat mendukung sekolah tatap muka segera dilaksanakan. "Selama ini orang tua repot membagi waktu, terutama yang bekerja semua," ungkapnya.
Selain itu, menurutnya pembelajaran secara daring juga membuat anak-anak ketergantungan pada ponselnya, terus menatap layar yang berdampak buruk pada kesehatan mata. "Anak-anak akhirnya tidak begitu paham dengan pelajaran," katanya.
Ia sepakat sekolah tatap muka meski siswa belum divaksin, dengan catatan guru sudah divaksin dan pembelajaran dilaksanakan secara shift sehingga durasi anak di sekolah tidak lama.
BACA JUGA : DIY Mulai Buka Sekolah Tatap Muka 19 April
"Setuju asal guru sudah divaksin. Karena mobilitas yang tinggi kan orang dewasa. Kalau anak relatif aman karena selama pandemi lebih banyak hanya di rumah," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.