Sekolah Tatap Muka Mulai 19 April, Sultan: Maksimal 2 Jam di Ruangan, Lalu Istirahat

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X saat ditemui wartawan di Kantor Gubernur DIY, Selasa (3/11/2020). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
30 Maret 2021 20:17 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan kepada seluruh pelaksana sekolah tatap muka agar memperhatikan durasi pembelajaran dengan maksimal dua jam. Selanjutnya siswa harus diistirahatkan di ruang terbuka.

HB X mengatakan saat ini Pemda DIY sedang mempersiapkan pembelajaran tatap muka (PTM). Sultan telah memberikan arahan kepada pihak terkait bahwa tahap pertama PTM tidak perlu berlama-lama. Maksimal siswa belajar di dalam kelas selama dua jam.

“Dua jam harus keluar. Ya dalam dua jam di dalam ruang tertutup itu maksimal. Begitu dua jam istirahat keluar ke tempat terbuka,” kata Sultan Selasa (30/3/2021).

BACA : DIY Mulai Buka Sekolah Tatap Muka 19 April

Sultan juga mengimbau selama dua jam tersebut tidak perlu semua pelajaran diajarkan, namun bisa diisi juga dengan misalnya tanya jawab guru dan murid.

“Terserah isinya apa tanya jawab sama murid atau apa, dua jam pulang kita lihat dalam kondisi dua jam seperti apa,” katanya.

Kepala Disdikpora DIY, Didik Wardaya mengatakan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan membuka PTM hari ini adalah bagi sekolah yang guru dan tenaga kependidikannya sudah selesai menjalani vaksinasi Covid-19. Sementara di DIY vaksinasi Covid-19 masih dalam proses.

Kendati demikian khusus untuk 10 sekolah percontohan sudah siap PTM dalam waktu dekat. Sekedar diketahui Ke-10 sekolah tersebut adalah SMAN 1 Pajangan Bantul, SMAN 1 Gamping Sleman, SMKN 1 Wonosari Gunungkidul, SMKN 1 Jogja, SMAN 1 Sentolo Kulonprogo, SMAN 9 Jogja, SMAN 2 Playen Gunungkidul, SMKN 1 Pengasih Kulonprogo, SMKN 1 Bantul, dan SMKN 1 Depok Sleman.

BACA JUGA : SKB 4 Menteri soal Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Diteken Hari Ini

Menurut Didik, guru dan tenaga kependidikan di 10 sekolah tersebut sudah menjalani vaksinasi tahap pertama, tinggal menjalani vaksinasi tahap kedua pada 2 April mendatang. Sebenarnya, kata dia, sudah ada lebih dari 10 sekolah yang gurunya sudah divaksin dan sudah siap menjalankan PTM di kabupaten dan kota, namun untuk tahap percontohan masih dilakukan di 10 sekolah terlebih dahulu

“Kita ajukan telaah ke Gubernur semoga dalam waktu dekat bisa tatap muka. Usulan kita tanggal 5 April untuk yang 10 sekolah [sudah bisa PTM],” kata Didik,.

Namun demikian pihaknya juga masih menunggu arahan dari Gubernur DIY. Sebab meskipun sudah divaksinasi dan sudah bisa menjalankan PTM akan tetapi ada pertimbangan lain, salah satunya untuk terbentuknya antibodi tubuh minimal 28 hari pascavaksinasi kedua. “Kalau dihitung itu paling tidak [Pembelajaran Tatap Muka] dibuka 19 April. Paling sekitar itu [antara 5 dan 19 April],” ujar Didik.

Lebih lanjut Didik mengatakan dari sekitar 16 ribuan guru sekolah menengah atas dan sederajat di DIY yang sudah menjalani vaksin sebanyak sekitar 20,61%. Data tersebut per 26 April lalu, “Mungkin sekarang sudah bertambah,” tandas Didik.